PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Duduk di depan laptop bukan sekadar aktivitas biasa bagi Mu’ezul Khoir.
Dia selalu merasa penasaran setiap kali menemukan sesuatu yang belum dipahaminya.
Dari situlah, hobi mengulik komputer tumbuh. Ketertarikan tersebut terus terbawa hingga memasuki jenjang SMA di lembaga pendidikan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.
Pria berkacamata itu tetap meluangkan waktu untuk mempelajari teknologi di tengah padatnya jadwal sebagai seorang santri.
Komputer perlahan sudah menjadi ruang baginya untuk bereksperimen dan belajar secara mandiri.
”Sejak SMP saya memang sudah tertarik dengan komputer. Awalnya hanya penasaran dan ingin tahu cara kerja berbagai hal. Dari situ saya mulai sering mencoba dan belajar sendiri,” kata Mu’ez.
Dia akhirnya memilih Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai jurusan kuliah. Pendidikan tersebut mengantarkannya meraih gelar sarjana pendidikan. Meski begitu, ketertarikannya terhadap teknologi tidak ikut berhenti.
Mu’ez justru semakin sering belajar secara mandiri. Dia mengandalkan eksperimen, praktik langsung, dan berbagai proyek untuk mengasah kemampuan. Hobi yang awalnya sederhana itu perlahan berkembang menjadi keahlian.
”Walaupun kuliah saya bukan IT, ketertarikan terhadap teknologi tetap jalan. Saya belajar dari apa yang saya butuhkan dan dari proyek yang sedang dikerjakan,” ujarnya kemarin (2/9).
Web development menjadi salah satu bidang yang paling banyak ditekuninya. Dia mempelajari HTML, PHP, JavaScript, database, hingga teknologi web lainnya. Mu’ez juga menggunakan CMS seperti WordPress untuk sejumlah kebutuhan pengembangan website.
”Saya lebih banyak belajar dengan praktik. Ketika ada sesuatu yang belum bisa, saya cari tahu, coba, lalu saya kembangkan lagi. Proses seperti itu yang paling banyak membantu,” kata Mu’ez.
Tidak sekadar belajar, Mu’ez juga rajin menguji kemampuan melalui proyek nyata. Beragam website pernah di dikembangkan. Di antaranya website media online, sekolah, percetakan, sistem kasir, hingga quick count.
”Setiap proyek punya kebutuhan yang berbeda. Jadi, saya tidak bisa hanya mengandalkan satu cara. Dari situ justru banyak hal baru yang bisa dipelajari,” tuturnya.
Dunia media digital kemudian menjadi salah satu ruang terbesar dalam perjalanan hobinya. Kini, Mu’ez menangani kebutuhan teknis lebih dari 20 media online di Madura.
Pekerjaannya membuat hobi ngulik semakin terasah karena berhadapan dengan persoalan yang beragam.
Tugasnya tidak hanya membuat website terlihat menarik. Dia juga menangani database, pengelolaan konten, pengembangan fitur, optimasi, hingga performa sistem.
Semua harus dipastikan berjalan baik karena platform digunakan secara terus-menerus.
”Yang menarik dari IT itu ketika ada masalah, kita dituntut mencari tahu penyebabnya. Setelah ketemu, ada kepuasan tersendiri ketika masalah tersebut bisa diselesaikan,” imbuhnya.
Pengalaman menangani banyak platform membuat pemahamannya semakin berkembang. Mu’ez tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah website dibuat.
Keamanan, database, performa, struktur informasi, dan kemudahan pengguna juga menjadi perhatian.
”Website bukan hanya soal tampilan. Ada banyak bagian di belakangnya yang harus diperhatikan. Apalagi kalau sistem itu digunakan terus-menerus oleh banyak orang,” jelas Mu’ez.
Dia masih terus mengeksplorasi dunia teknologi. Web development, custom web application, sistem informasi, database, dan digital media technology menjadi bidang yang terus dipelajari. Baginya, selalu ada hal baru yang menarik untuk dicoba.
Perjalanan itu berawal dari rasa penasaran sederhana. Komputer yang dulu menjadi objek untuk diutak-atik kini berkembang menjadi bidang yang ditekuni.
Hobi sejak SMP tersebut akhirnya menjadi keahlian yang terus dibawa Mu’ez hingga sekarang. (afg/jup)
Editor : Amin Bashiri