BANGKALAN, RadarMadura.id – Bagi sebagian orang, Hot Wheels mungkin hanya mobil-mobilan. Namun, bagi Bagus S. Dharmawan, diecast tersebut menyimpan kenangan masa kecil yang tak tergantikan dengan uang. Kecintaannya terhadap Hot Wheels bahkan tumbuh sejak duduk di bangku SMP.
Saat itu, keinginan membeli Hot Wheels sulit terwujud.
Uang saku yang terbatas membuat Bagus menahan keinginan untuk membawa pulang mobil-mobilan yang disukainya. Kondisi itu justru membuat hobinya semakin melekat hingga dewasa.
Bagus baru mulai serius mengoleksi Hot Wheels pada 2026. Koleksinya kini mencapai sekitar 70 unit. Jumlah tersebut sebenarnya lebih banyak jika koleksi lamanya tidak hilang atau kemungkinan terbuang.
Hot Wheels pertama yang dibelinya adalah Ford Fiesta. Dimodifikasi untuk rally race dan dikenal sebagai mobil yang digunakan pembalap Ken Block. Diecast tersebut dibeli dengan harga belasan ribu rupiah. Hingga saat ini, mobil itu tetap menjadi koleksi paling berkesan baginya.
”Intinya, apa yang saya suka pasti saya beli. Eh, tidak tahunya lumayan banyak di rumah,” ujar Bagus sembari bercanda.
Untuk menyalurkan hobinya, Bagus menyisihkan sekitar Rp 200 ribu setiap bulan. Namun, kebutuhan sehari-hari tetap menjadi prioritas. Jika masih ada uang lebih, baru sebagian digunakan untuk berburu Hot Wheels.
”Keluarga juga mendukung hobi saya asal dirawat dengan baik karena bisa jadi miniatur mobil ini berguna buat anak saya kelak,” ucapnya kemarin (18/9).
Menurut dia, mengoleksi Hot Wheels bukan sekadar mengumpulkan benda kecil. Ada kenangan masa kecil yang ingin dirawat.
”Dulu agak susah membeli. Mau membeli pun kadang tidak jadi karena uang saku tidak cukup. Makanya, sekarang jadi balas dendam,” katanya tertawa.
Seri Fast & Furious Paling Diincar
Berburu Hot Wheels bukan sekadar mencari mobil dengan desain menarik. Menurut Bagus, setiap diecast memiliki karakter dan nilai tersendiri. Karena itu, ketika menemukan model yang sesuai selera, dia tak banyak berpikir untuk membawanya pulang.
Mahasiswa PPG Prajabatan Seni Budaya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menceritakan, seri Fast & Furious menjadi salah satu incaran utama. Setiap kali Hot Wheels mengeluarkan seri terbaru dari waralaba tersebut, Bagus mengaku akan langsung memburunya. ”Yang jelas seri Fast & Furious. Kalau dari pihak Hot Wheels mengeluarkan seri Fast & Furious terbaru, pasti saya serok,” ujarnya.
Dalam berburu diecast, dia juga mulai mengenali sejumlah penanda yang menarik perhatian kolektor. Salah satunya Treasure Hunt (TH). Pada Regular Treasure Hunt (RTH), terdapat logo api berwarna silver, sedangkan Super Treasure Hunt (STH) memiliki penanda api berwarna emas pada kartu Hot Wheels.
Selain seri dan desain, kelangkaan, tahun produksi, kondisi kartu, hingga potensi nilai jual juga menjadi pertimbangan. Namun, faktor utama bagi Bagus tetap kesukaan terhadap model tersebut. Baginya, jika sudah suka, harga bukan satu-satunya pertimbangan untuk membeli.
Harga koleksi yang pernah dibelinya pun beragam. Dari yang hanya belasan ribu rupiah hingga sekitar Rp 400 ribu untuk satu unit. Beberapa diecast yang dibeli dengan harga murah bahkan pernah mengalami kenaikan nilai. Meski demikian, seluruh koleksinya hingga kini belum pernah dijual.
Dia menyampaikan, perburuan Hot Wheels dilakukan di minimarket sekitar Bangkalan, Surabaya, hingga Gresik. Selain membeli langsung, pasar jual beli biasanya di marketplace Facebook, Instagram, dan Shopee.
Jika model yang diincar tidak kunjung ditemukan, kata Bagus, rasa kecewa tentu muncul. Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari keseruan berburu. ”Pernah kecewa karena mencari item incaran tak kunjung menemukan. Tapi, sekarang sudah menemukan,” tuturnya.
Bagus menilai, kenaikan harga Hot Wheels dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Misalnya, tahun produksi, kartu lama, dan model yang sudah tidak diproduksi lagi. Kendati demikian, diecast langka tidak otomatis memiliki harga tinggi. Seri dan kondisi kartu tetap menjadi pertimbangan.
Dia berharap, koleksi yang dikumpulkannya bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar. ”Bismillah, setidaknya jadi satu atau dua mobil yang benar-benar nyata di masa yang akan datang,” ucapnya menutup perbincangan dengan JPRM. (ina)
Editor : Amin Bashiri