BANGKALAN, RadarMadura.id - Minibag dan mini backpack menjadi salah satu tren kekinian bagi kalangan remaja.
Selain bentuknya yang simpel, tas mini ini dinilai lebih praktis dikenakan ke acara-acara nonformal.
Putri Safira suka mengoleksi tas mini sejak duduk di bangku SMP.
Dia mulai tertarik dan mengoleksi tas mini karena lebih simpel dan banyak pilihan model, ada yang polosan, ada pula mini backpack dengan berbagai pilihan motif.
Ukurannya yang kecil membuatnya tertarik mengoleksi karena lebih mudah dibawa ke mana-mana.
Karena ukurannya yang kecil, lebih cocok untuk dibawa ke mana saja dan lebih simpel, katanya.
Banyak pilihan model yang bisa dipilih. Misalnya model klasik dan minimalis, seperti Fjallraven Kanken mini.
Tas ini ikonik dengan bentuknya yang kotak, berbahan vinylon dan pilihan warnanya banyak.
Selain itu, model vans low key mini backpack, memilik gaya kasual dan urban sangat cocok untuk digunakan sehari-hari.
Selain klasik dan minimalis, tas ini juga sporty dan fungsional. Tas ini menawarkan desain sporty dengan bahan tahan lama dan cocok digunakan untuk aktivitas outdour atau gaya santai.
Kemudian ada gaya fashionable dan unik seperti visval ghea, jim honey panda, serta banyak merek tas lokal yang cocok untuk dikoleksi.
Untuk harganya cukup murah cocok untuk kantong pelajar, kisaran harga Rp 40–50 ribu, bahkan ada yang harga di atasnya, sesuai merek, imbuhnya.
Beberapa minibag dan mini backpack yang dikoleksi putri ada yang dibeli di toko offline ataupun dibeli secara online sesuai model yang diinginkan.
Dia merekomendasikan untuk memilih mini backpack di toko offline untuk mengetahui modelnya, namun bisa saja membeli secara online dengan tetap memperhatikan review produk yang ingin dibeli.
Kalau saya biasanya beli offline, tapi ada juga yang beli secara online, katanya.
Tas ini tidak memiliki perawatan khusus, sama dengan perawatan tas pada umumnya. Namun, agar tidak mudah rusak, setelah digunakan, tas dikemas atau disimpan di tempat yang tidak lembap.
Kemudian, saat dicuci tidak disarankan menggunakan sikat, dan tidak boleh berlebihan menggunakan deterjen.
Untuk perawatannya simpel, paling hanya saat dicuci tidak boleh sembarangan, paparnya.
Terpilih sebagai Jhebbing Favorit 2025
PUTRI Safira tipikal remaja yang suka terhadap tantangan baru. Di satu sisi dia juga memiliki hobi berolahraga dan beberapa menyabet juara, baik di tingkat kabupaten ataupun regional.
Dia banyak berprestasi di bidang olahraga basket. Terakhir, dia terpilih sebagai jebbhing favorit Kabupaten Bangkalan 2025.
Remaja yang kini menempuh pendidikan di MAN Bangkalan ini mulai tertarik bergabung menjadi bagian dari Jhebbing Bangkalan saat duduk di kelas XI.
Saat itu dia masih belum siap karena masih fokus dengan kegiatan Paskibra kabupaten, hingga akhirnya tahun ini memberanikan diri untuk mengikuti pemilihan Jhebbing 2025.
Saya banyak belajar public speaking sebelum mengikuti kompetisi pemilihan kacong jhebbing ini, karena saya masih gugup untuk berbicara di hadapan banyak orang, jelasnya.
Banyak hal yang dia pelajari setelah terpilih sebagai jhebbing favorit, terutama pengetahuan tentang sejarah dan budaya Kota Salak.
Dia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengenalkan Bangkalan di kancah regional.
Kami sebagai representasi Kota Salak. Jadi, ke depan mungkin akan banyak mengenalkan budaya yang ada di Bangkalan, katanya.
Seorang jhebbing tidak cukup memiliki kecantikan, namun juga dituntut untuk berperilaku baik dan pintar atau yang lebih familier dengan tiga B, yakni brain, beauty, and behavior.
Bagi Putri, melalui komunitas ini, dia berkesempatan untuk mengenalkan kekayaan budaya kota kelahirannya kepada masyarakat luas.
Untuk tahun ini masih akan fokus di Jhebbing Bangkalan, mungkin nanti akan mencoba mendaftar di tingkat regional, ucapnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri