BANGKALAN, RadarMadura.id – Pakaian etnik kini telah menjadi bagian dalam dunia fashion.
Terlebih, pakaian ini telah berani memberikan warna pada beragam kontes kecantikan di dunia. Sehingga, tak jarang pakaian ini menjadi pilihan masyarakat untuk mengekspresikan fashion.
Amiril Achmed menyampaikan, pakaian etnik dapat digunakan dalam sejumlah kegiatan. Baik kegiatan formal maupun nonformal.
Namun sebagai public figure, dirinya sering menggunakannya sebagai acara formal untuk nge-MC.
”Pengalaman saya, pakaian ini pernah saya pakai untuk nge-MC, jadi moderator, dan menghadiri acara penting,” kata Putera Kesenian Budaya Indonesia 2024 itu Sabtu (16/3).
Dalam kontes kecantikan, pakaian etnik sering digunakan sebagai kostum khusus.
Misalnya dalam kegiatan beauty pageant, runner way, dan event modeling lainnya. Namun, pakaian tersebut lebih cocok untuk acara formal.
”Kalau ke kampus, ada yang sudah menggunakannya sebagai outer,” ucap Winner Duta Public Speaking UTM 2023 itu.
Untuk memadukan ethnic wear cukup simpel. Untuk atasan, Amiril mencoba memadukannya dengan turtle mate, kemeja polos.
Sedangkan untuk perempuan bisa dipadukan dengan manset, blus, dan sebagainya. Sementara untuk bawahan bisa dipadukan dengan sepatu dan jeans.
”Kalau pakai sepatu kasual, akan memberikan kesan kasual,” ungkap Winner Putera Karya Jawa Timur 2023 itu.
Namun, juga perlu memperhatikan beberapa hal dari jenis pakaian ini. Misalnya, memperhatikan perpaduan pakaian dan menyesuaikan dengan acara. Juga, memperhatikan kondisi lingkungan acara.
”Jika outdoor, saya saran jangan (pakai ethnic wear), karena ini bahan yang cukup panas,” ungkapnya.
Untuk pemula, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk pakaian etnik.
Di antaranya, memilih warna, memadukan pakaian yang sesuai, dan jangan ketat. Serta untuk perawatan pakaian ini cukup dicuci menggunakan tangan dengan sampo.
”Alasannya, kalau pakai sampo lebih lembut pada kain dan bisa lebih awet daripada detergen biasa. Kalau dijemur, saya sarankan jangan di bawah matahari langsung,” saran Winner Duta Budaya FISIB 2023 itu. (ay/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta