BANGKALAN, RadarMadura.id – Menggunakan kain tradisional tidak selamanya terlihat kuno.
Saat ini trennya telah menjadi daily outfit yang dikenal dengan outfit berkain. Selain tampil trendi, juga mampu melestarikan budaya.
Penggiat Seni Paguyuban Kasokan Bangkalan Ferdiansyah menyampaikan outfit berkain adalah salah satu jenis outfit yang dia sukai. Dia mengakui sempat dikatakan berpenampilan aneh.
Namun, pakaian tersebut mampu membuatnya percaya diri dengan menjadi diri sendiri.
”Saya pernah dikatakan aneh, ditantang digunakan di tempat umum karena dirasa berpakaian yang tidak biasa. Saya lakukan karena saya merasa nyaman dengan outfit ini,” katanya Jumat (16/2).
Outfit berkain merupakan pakaian yang tidak jauh berbeda dengan pakaian pada umumnya.
Hanya, pakaian ini memiliki ciri khas pada bawahan yang unik. Yakni, bawahan seperti sampir atau sarung yang memiliki corak menyerupai motif batik.
”Dikatakan berkain karena dasarnya memang dari bahan kain bermotif yang tidak dijahit. Tapi pada umumnya itu sudah ada yang berjahit,” tambahnya.
Keunikan pada berkain ini bisa tampil kece dan keren. Juga, dapat melestarikan warisan peninggalan leluhur.
Dengan demikian, unsur kebudayaannya bisa terarkulturasi pada outfit masa kini.
”Berbicara batik memang itu pakaian orang dahulu, makanya outfit ini hadir untuk menjadi kombinasi pakaian masa kini yang tidak melupakan warisan nenek moyang,” jelasnya.
Ferdiansyah memakai outfit ini terinspirasi budayawan Sujiwo Tejo. Pakaiannya yang khas dan unik membuatnya memiliki landasan untuk tertarik menggunakannya.
Menurut dia, untuk membuatnya lebih trendi, dirinya kombinasikan dengan perkembangan fashion terkini.
”Kelihatannya asyik, sederhana tapi unsur-unsur tradisionalnya sangat kental. Terutama kebudayaan ketimurannya,” ujarnya. (ay/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta