RadarMadura.id – Tahun Baru Masehi merupakan momen penuh semangat yang dirayakan oleh banyak orang di seluruh dunia.
Namun, mungkin tidak semua orang tahu bagaimana asal usul penetapan Tahun Baru Masehi.
Kisah ini melibatkan perjalanan panjang melintasi zaman, kaitannya dengan agama, dan serangkaian reformasi kalender yang mengubah cara kita mengukur waktu.
Dengan mengacu pada berbagai sumber dan referensi, kita dapat menjelajahi sejarah penetapan Tahun Baru Masehi secara lengkap dan detail.
Segala sesuatu dimulai pada abad pertama SM. Julius Caesar, seorang pemimpin Romawi, memerintahkan pembuatan kalender baru yang dikenal sebagai Kalender Julian.
Kalender Julian ini kemudian diadopsi pada tahun 45 SM dan menjadi standar di seluruh Kekaisaran Romawi.
Kalender Julian didasarkan pada tahun tropis, yang merupakan periode waktu antara dua peristiwa musim semi berturut-turut.
Satu tahun dalam Kalender Julian terdiri dari 365,25 hari, dengan setahun ekstra ditambahkan setiap empat tahun sekali untuk menyesuaikan perbedaan kelebihan waktu.
Dalam konteks agama, Gereja Katolik memiliki peran besar dalam penetapan Tahun Baru Masehi.
Tahun Baru Masehi secara tradisional dirayakan pada tanggal 25 Maret, yang merupakan Hari Kehamilan Perawan Maria atau Annunciation.
Namun, pada abad ke-6, beberapa gereja di Eropa mulai merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 Januari.
Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII membuat reformasi terhadap Kalender Julian melalui apa yang dikenal sebagai Kalender Gregorian.
Tujuan reformasi ini adalah untuk menyesuaikan tahun dengan periode revolusi Matahari dan membuat perhitungan waktu lebih akurat. Reformasi tersebut melibatkan pemotongan 10 hari dari bulan Oktober tahun 1582.
Meskipun Paus Gregorius XIII mengenalkan Kalender Gregorian pada abad ke-16, penerapan kalender baru ini tidak segera merata di seluruh dunia.
Negara-negara Katolik awalnya lebih cepat menerima perubahan ini, tetapi negara-negara Protestan baru mengadopsi Kalender Gregorian beberapa abad kemudian.
Inggris dan koloninya, misalnya, mengadopsi Kalender Gregorian pada tahun 1752, ketika sejumlah besar hari hilang dari kalender mereka untuk menyesuaikan perbedaan waktu. Amerika Serikat baru sepenuhnya mengadopsi kalender ini setelah Kemerdekaan pada tahun 1776.
Sejak saat itu, penetapan Tahun Baru Masehi telah menjadi suatu kebiasaan global. Tradisi perayaan Tahun Baru Masehi bervariasi di berbagai budaya, tetapi momen ini tetap menjadi waktu refleksi, perayaan, dan harapan baru di seluruh dunia.
Sejarah penetapan Tahun Baru Masehi mencerminkan evolusi peradaban manusia, pengaruh agama, dan reformasi kalender.
Dengan merayakannya setiap tahun, kita tidak hanya menyambut awal tahun baru tetapi juga mengenang perjalanan panjang yang membawa kita hingga ke momen tersebut. nsi
Disclaimer: ada banyak versi mengenai sejarah penetapan dan asal usul Tahun Baru Masehi, oleh karena itu jika tulisan ini tidak cocok, jangan diambil hati.
Masih ada banyak referensi lain yang menyatakan tentang asala usul Tahun Baru Masehi dan penetapannya.
Editor : Amin Basiri