Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jangan Protes pada Proses , Top Model Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia 2023 Arita Aprilicyana 

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 23:11 WIB

 

BUKTI PRESTASI: Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia Arita Aprilicyana menunjukkan selempang penghargaan yang diperoleh selama berkarier, Rabu (18/10). (MOH. BUSRI/JPRM)
BUKTI PRESTASI: Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia Arita Aprilicyana menunjukkan selempang penghargaan yang diperoleh selama berkarier, Rabu (18/10). (MOH. BUSRI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Perempuan harus berdaya supaya tidak selalu dipandang lemah dan terbelakang. Namun, memerlukan perjuangan keras untuk mencapai keberdayaan.

Kartini dari ujung timur Pulau Madura. Sebutan itu mungkin pantas dinobatkan kepada Arita Aprilicyana. Dara cantik kelahiran Sumenep ini berhasil mengoleksi banyak prestasi. Penghargaan-penghargaan itu diraih di tingkat nasional hingga internasional.

Agustus lalu, Arita dinobatkan sebagai Runner-Up 1 Puteri Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur (Jatim) 2023. Acara tersebut diselenggarakan Simpor Grup dan diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jatim.

Atas prestasi itu, Arita terpilih untuk masuk ke gelanggang pemilihan Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia tingkat nasional. Kegiatannya berlangsung di Kota Bandung pada 3–7 Oktober. Sedangkan penyelenggara kegiatan Ikatan Pemuda Prestasi Indonesia (IPPI).

Finalis dalam ajang pemilihan Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia tingkat nasional tersebut 28 peserta. Mereka adalah orang pilihan dari tiap provinsi. Berkat perjuangan dan kerja keras, Arita berhasil dinobatkan sebagai Top Model Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia. Pada acara yang sama, dia juga dinobatkan sebagai Duta Persahabatan Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia.

”Hasil yang saya petik ini hanya bonus dari perjuangan keras yang saya lakukan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sama seperti ajang Pemilihan Puteri Pemberdayaan Perempuan tingkat provinsi. Setiap peserta, membawa materi advokasi masing-masing. Kebetulan, pada ajang tingkat nasional, materi yang dibawa Arita sama persis seperti yang diusung di tingkat provinsi. Yakni, materi advokasi mengenai upaya pemberdayaan perempuan pesisir.

Dia menganggap, perhatian pemerintah terhadap perempuan pesisir perlu ditingkatkan. Termasuk pemahaman sosial, sangat penting untuk disadarkan berkaitan dengan pemberdayaan perempuan. ”Materi advokasinya sama. Tetapi, cakupan advokasinya menjadi lebih luas ke tingkat nasional,” ucapnya.

Kata Arita, perempuan adalah sosok yang sangat istimewa. Dari rahim perempuan lahir generasi penerus bangsa. Untuk itu, upaya pemberdayaan terhadap sorang perempuan akan sangat menentukan generasi penerus perjuangan bangsa di hari esok.

”Pemberdayaan perempuan sangat penting. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga sosial,” paparnya.

Dari sekian banyak perempuan, biasanya yang minim perhatian adalah perempuan pesisir. Karena itu, kampanye tentang pemberdayaan perempuan pesisir perlu untuk lebih digencarkan. Supaya kesadaran masyarakat dan perhatian pemerintah bisa semakin meningkat.

berprestasi
berprestasi

Niat utama Arita dalam ajang Pemilihan Puteri Pemberberdayaan Perempuan Indonesia, tidak lain untuk menyadarkan pola pikir masyarakat. Khususnya mengenai tugas dan peran seorang perempuan dalam kehidupan sosial.

Melalui materi advokasi yang dia usung, niat perjuangannya ditanamkan sedalam mungkin. Tidak gentar untuk menghadapi berbagai materi advokasi lain yang diusung oleh setiap peserta. ”Persiapan peserta lain sangat matang dalam mengusung advokasi. Tetapi, saya yakin bahwa advokasi saya tidak kalah penting untuk terus diperjuangkan,” ucapnya.

Berbagai langkah perjuangan Arita hingga sampai pada capaian seperti sekarang tidak mudah. Ada banyak rintangan yang dia lalui. Bahkan, selama ini, perhatian pemerintah atas perjuangannya tidak ada. ”Saya berjuang sendiri. Dari sisi pembiayaan, tidak ada bantuan dari pemerintah. Hanya kampus yang memberikan dukungan secara materi,” katanya.

Ada hal menarik dalam prinsip hidup yang dijalani Arita. Dia sangat suka terhadap tantangan dan hal baru. Bagi dia, setiap rintangan dalam perjalanan hidup tidak untuk ditakuti.

Tantangan dan rintangan dianggap sebagai peluang untuk bisa semakin berkembang. Menurutnya, setiap capaian yang dihasilkan seseorang, seringkali dapat diukur dari rintangan yang telah dilalui. ”Maka, jangan pernah protes pada sebuah proses,” ucapnya. (bus/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#perempuan #Trending #sumenep #bandung #simpor #finalis #puteri pemberdayaan perempuan indonesia #tantangan #pendidikan #kesehatan #viral #berprestasi #terkini #madura #kartini #radar madura