RadarMadura.id - Jahe merah sudah lama dikenal sebagai rempah yang mampu menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan.
Namun, manfaatnya tidak berhenti di situ. Ternyata, jahe merah juga efektif mengurangi gejala mabuk perjalanan.
Mabuk perjalanan sering membuat mual, pusing, hingga tubuh terasa lemas. Efek ini muncul akibat gangguan pada sistem pencernaan dan keseimbangan tubuh. Mengonsumsi jahe merah sebelum bepergian dapat meredakan gejala tersebut.
Kandungan aktif seperti gingerol dan shogaol berperan menenangkan lambung. Senyawa ini membantu mengurangi kontraksi berlebihan pada saluran pencernaan. Hasilnya, rasa mual dan perut tidak nyaman bisa diminimalkan.
Selain itu, jahe merah mampu melancarkan sirkulasi darah. Peredaran darah yang lancar menjaga otak dan tubuh tetap seimbang saat bergerak. Kondisi ini membantu mengurangi pusing yang biasanya muncul saat perjalanan jauh.
Minum wedang jahe merah sekitar 30 menit sebelum berangkat dianggap paling efektif. Takaran ideal adalah dua hingga empat gram jahe segar, direbus dengan air hangat. Tambahkan madu atau perasan jeruk nipis agar rasanya lebih nikmat dan menenangkan.
Selain diminum langsung, jahe merah juga bisa dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau bubuk. Ini menjadi alternatif praktis bagi yang tidak sempat menyiapkan wedang. Hasilnya tetap sama, yaitu mencegah mabuk perjalanan dan menjaga kenyamanan tubuh.
Meski aman, konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari. Jahe merah yang terlalu banyak bisa memicu perut panas atau mulas. Oleh karena itu, takaran yang tepat sangat penting agar manfaat maksimal bisa dirasakan.
Tak hanya untuk perjalanan, jahe merah juga mendukung kesehatan pencernaan secara umum. Tubuh terasa lebih ringan, segar, dan bebas gangguan mual. Kombinasi efek ini membuat jahe merah menjadi rempah favorit banyak orang.
Kesimpulannya, jahe merah bukan hanya penghangat tubuh, tapi juga penyelamat perjalanan. Dengan takaran tepat, mual dan pusing bisa diminimalkan secara alami. Minum jahe merah sebelum bepergian membuat perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. (Syarifah)
Editor : Amin Basiri