PAMEKASAN, RadarMadura.id – Irana Wulandari (37), yang akrab disapa Wulan, merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah 10 tahun menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu akibat gagal ginjal kronis. Selama menjalani pengobatan, Wulan selalu diantar suaminya ke rumah sakit sebelum sang suami kembali bekerja dan menjemputnya setelah proses hemodialisis selesai.
“ Saat proses hemodialisis saya memang sendiri karena suami bekerja, tapi suami saya tetap mengantar saya ke rumah sakit. Nanti setelah selesai hemodialisis, suami datang lagi untuk menjemput saya,” kata Wulan saat ditemui di ruang Hemodialisis RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo pada Selasa (6/10).
Wulan menceritakan, sebelum mengalami gagal ginjal, dirinya cukup sering mengonsumsi mi instan dan minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi. Saat itu, dia tidak terlalu memikirkan kebiasaan tersebut dan masih menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.
“Dulu saya memang sering makan mi instan dan minum minuman kemasan yang manis. Saya tidak kepikiran kalau kebiasaan seperti itu bisa berdampak ke kesehatan,” ujarnya.
Baca Juga: UHC Prioritas Dibidik November, Pemkab Pamekasan Kejar Keaktifan Peserta BPJS 80 Persen
Suatu ketika, Wulan mulai mengalami mual hebat dan tubuhnya terlihat pucat. Karena kondisinya semakin parah, dia kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) hanya 3 g/dL.
“Setelah diperiksa, Hb saya ternyata cuma 3 g/dL. Saya kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Sesampainya di rumah sakit, pemeriksaan lanjutan menunjukkan kadar kreatinin Wulan juga sangat tinggi, yakni mencapai 26 mg/dL. Kondisi tersebut membuatnya harus segera menjalani hemodialisis dan hingga kini tindakan tersebut dilakukan dua kali dalam seminggu.
Sepuluh tahun menjalani hemodialisis, Wulan bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN segmen mandiri dan selalu menjaga status kepesertaannya tetap aktif. Selama menjalani pengobatan, dia mengaku tidak mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan dan mendapat pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan.
“Alhamdulillah dari awal sampai sekarang saya tidak mengeluarkan biaya untuk hemodialisis. Tenaga kesehatannya juga ramah dan pelayanannya baik,” ungkap Wulan.
Baca Juga: Pegawai BPJS Kesehatan Melahirkan dengan JKN, Manfaatkan Antrean Online Mobile JKN
Bagi Wulan, pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa menjaga kesehatan dan memastikan kepesertaan JKN tetap aktif sama-sama penting. Dia pun berpesan kepada masyarakat agar mulai memperhatikan pola hidup sehat dan tidak menunggu sakit untuk menjaga kesehatan.
“Jaga pola hidup sehat dari sekarang sebelum terlambat. Sebisa mungkin menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi, jangan sampai sama seperti saya, yang baru sadar setelah sakit,” tutup Wulan. (*/dry)
Editor : Hendriyanto