ISPA Dominasi Penyakit di Bangkalan, Warga Diminta Jaga Imunitas di Tengah Perubahan Cuaca

Hera Marylia • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:33 WIB
DIPERIKSA: Dokter Lady memeriksa kehamilan warga lewat USG di Puskesmas Bangkalan beberapa waktu lalu. (FEBRIYANTI NURAINI UNTUK JPRM)
DIPERIKSA: Dokter Lady memeriksa kehamilan warga lewat USG di Puskesmas Bangkalan beberapa waktu lalu. (FEBRIYANTI NURAINI UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih mendominasi tren penyakit yang ditangani fasilitas kesehatan (faskes) di Bangkalan.

Perubahan cuaca, kelelahan, dan menurunnya imunitas menjadi penyebab yang membuat masyarakat lebih rentan terserang penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Klaster 1 Manajemen Puskesmas Bangkalan Febriyanti Nuraini.

Menurut dia, ISPA berada di urutan teratas penyakit yang banyak ditemukan.

Setelah ISPA, terdapat diabetes melitus non-insulin, luka akibat jatuh atau cedera, hipertensi, pemeriksaan kehamilan, gangguan lambung, nyeri tulang, dan nyeri gigi.

Menurut Febriyanti, ISPA menjadi perhatian karena penularannya relatif mudah.

Meski demikian, penyakit tersebut umumnya tidak berbahaya apabila tidak disertai penyakit penyerta.

Kondisi pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu justru berisiko mengalami gejala lebih berat.

”ISPA paling mudah menular, tetapi tidak berbahaya jika tidak disertai penyakit tertentu. Misalnya, kalau sebelumnya memiliki asma, akan memperparah,” jelasnya.

Febriyanti menerangkan, kondisi cuaca yang berubah dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

CEK KESEHATAN: Dokter Betty Rulita Indayana memeriksa pasien anak di Puskesmas Bangkalan beberapa waktu lalu. (FEBRIYANTI NURAINI UNTUK JPRM)
CEK KESEHATAN: Dokter Betty Rulita Indayana memeriksa pasien anak di Puskesmas Bangkalan beberapa waktu lalu. (FEBRIYANTI NURAINI UNTUK JPRM)

Selain itu, aktivitas berlebihan hingga tubuh lelah juga dapat menurunkan imunitas sehingga lebih mudah terpapar penyakit.

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika sudah sakit.

Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas serta menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

”Perbanyak serat dengan makan sayur, makan teratur, dan banyak minum air putih. Lebih baik mencegah daripada menyembuhkan,” tuturnya Jumat (4/9).

Febriyanti juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat.

Jika keluhan tidak membaik setelah dua hingga tiga kali pengobatan, pasien disarankan segera memeriksakan diri ke faskes agar penyebabnya diketahui.

”Penanganannya disesuaikan. Diberi antibiotik apabila memang diperlukan berdasarkan pemeriksaan,” terangnya. (ina/han)

Editor : Hera Marylia
urutan teratas penyakit ispa pencegahan kondisi cuaca