PAMEKASAN, RadarMadura.id – Layanan administrasi digital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin memudahkan peserta, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah asalnya.
Berbagai inovasi digital dari BPJS Kesehatan memungkinkan peserta mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor.
Salah satu peserta yang merasakan manfaat tersebut ialah Kutrotul Aini (21), peserta JKN asal Kabupaten Sampang yang akrab disapa Uut. Mahasiswa Universitas Noor Huda Mustofa itu saat ini sedang menjalani program magang di Kabupaten Pamekasan.
"Menurut saya layanan digital BPJS Kesehatan sekarang sudah sangat memudahkan peserta karena hampir semua layanan administrasi bisa diakses melalui Aplikasi Mobile JKN maupun WhatsApp PANDAWA. Kita tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan," kata Uut saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/8).
Baca Juga: Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah di Sampang Digelar Bertahap
Kesibukan menjalani perkuliahan dan program magang membuat Uut tidak selalu memiliki waktu untuk mengurus administrasi kepesertaan secara langsung.
Karena itu, ia mengaku sangat terbantu dengan layanan digital yang dinilai lebih efisien dari sisi waktu maupun tenaga.
"Sebagai mahasiswa, sering kali tidak sempat untuk ke kantor BPJS Kesehatan sehingga layanan digital sangat membantu karena saya bisa mengurus semuanya hanya menggunakan telepon genggam kapan saja ketika dibutuhkan. Dengan itu urusan administrasi JKN tidak mengganggu kegiatan saya," ujarnya.
Uut juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN saat harus menyesuaikan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan lokasi magangnya di Kabupaten Pamekasan. Perubahan tersebut dilakukan agar lebih mudah memperoleh layanan kesehatan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
"Saya pernah menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mengubah fasilitas kesehatan karena sekarang sedang magang di Pamekasan, jadi kalau sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan saya merasa lebih tenang karena faskesnya sudah dekat dengan tempat saya tinggal di Pamekasan," katanya.
Menurut Uut, proses perubahan fasilitas kesehatan melalui Mobile JKN berlangsung mudah karena seluruh tahapan telah tersedia di dalam aplikasi. Petunjuk yang jelas membuat peserta dapat mengurusnya secara mandiri tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Usulan Lahan SR Belum Disetujui, Kementerian PU Minta Akses Jalan Diperlebar
"Prosesnya sangat mudah dan petunjuk di aplikasinya juga jelas, sehingga saya bisa mengurusnya sendiri tanpa mengalami kesulitan. Saya juga tidak perlu meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan," ungkapnya.
Uut menilai kehadiran layanan digital BPJS Kesehatan sangat membantu peserta yang memiliki mobilitas tinggi. Ia berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi layanan digital yang semakin mudah, cepat, dan nyaman digunakan.
"Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan dan menghadirkan inovasi layanan digital yang semakin mudah digunakan. Agar peserta bisa mengakses berbagai layanan dengan lebih cepat dan nyaman hanya melalui telepon genggam," pungkasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto