Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jaga Kesehatan Ginjal saat Berpuasa , Dokter Spesialis Imbau Warga Penuhi Kebutuhan Cairan

Amin Basiri • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:56 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Rosida Fajariya, SpPD-KGH, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Rosida Fajariya, SpPD-KGH, FINASIM

BANGKALAN, RadarMadura.id - Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat muslim.

Sebab, dengan untuk menjalankan ibadah puasa dapat memberikan manfaat spiritualitas.

Selain itu, puasa juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk pada ginjal.

Oleh karena itu, penting memahami cara menjaga fungsi ginjal tetap optimal selama berpuasa seharian.

Dokter sepsialis penyakit dalam RSUD Syamrabu Rosida Fajariya menjelaskan, ginjal memiliki beberapa fungsi.

Diantaranya, menyaring limbah dan racun dari darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, dan mengontrol tekanan darah. 

Selain itu, ginjal juga dapat membantu pembentukan sel darah merah selama berpuasa, yakni saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam, ujarnya

Apakah puasa aman untuk Ginjal?, menurut Rosidapuasa aman bagi orang yang memiliki ginjal sehat.

Bahkan, beberapa penelitian puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh.

Semenatra bagi orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal, infeksi saluran kemih berulang, atau batu ginjal, perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan puasa.

Sebab, ada ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai.

”Di antaranya, dehidrasi atau kekurangan cairan. Sementara dehidrasi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal, imbuhnya.

CEGAH DIHEDRASI: Seorang perempuan mengkonsumsi air putih di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Rabu (18/2).
CEGAH DIHEDRASI: Seorang perempuan mengkonsumsi air putih di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Rabu (18/2).

Perempuan berhijab itu menjelaskan, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal saat berpuasa.

Yaitu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan gunakan pola 242: 2 gelas saat berbuka.

Yakni, menegeuk air putuh empat gelas gelas antara berbuka dan sebelum tidur. Serta dua gelas saat sahur.

Orang yang berpuasa juga harus menghindari minuman bersoda dan terlalu manis.

Karena dapat itu meningkatkan risiko gangguan metabolisme, terangnya

Rosida juga mengimbau agar ornag yang berpuasa membatasi penggunaan garam.

Sebab, jika terlalu banyak mengkonsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal.

Selain itu juga harus mengurangi makanan instan, gorengan asin, dan camilan tinggi natrium, sambungnya.

Selain, orang yang berpuasa juga harus memastikan makanan yang dikonsumsi harus seimbang.

Yakni, dengan memilih makanan yang mengandung protein. Seperti ikan, telur, tahu, tempe.  

Selain itu juga disarankan mengkonsumsi sayur dan buah, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal, katanya.

Selanjutnya, harus mengindari menahan buang air kecil. Karena itu bisa meningkaktkan resiko infeksi saluran kemih.

Sementara jika mengalami beberapa gangguan harus kesehatan berkonsultasi ke dokter.

Misalnya, merasakan nyeri di bagian pinggang secara hebat, urine sangat sedikit atau pekat, bengkak pada kaki atau wajah, dan pusing berlebihan akibat dehidrasi, tuturnya.

Sementara bagi penderita penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum berpuasa.

Antara lain, penderita penyakit ginjal kronis, batu ginjal aktif, penderita tekanan darah tinggi tidak terkontrol, dan diabetes dengan komplikasi ginjal.

Dengan begitu, puasa ramadaan tetap bisa dijalnkan dengan aman selama ginjal dalam kondisi optimal

Kunci utamanya adalah menjaga hidrasi, pola makan seimbang, serta mengenali tanda-tanda tubuh ketika membutuhkan pertolongan medis.

Menjaga kesehatan ginjal bukan hanya penting selama Ramadhan, tetapi juga sebagai investasi kesehatan jangka panjang, tukasnya. (jup)

Editor : Amin Basiri