RadarMadura.id - Chamomile dan lavender sama-sama dikenal sebagai herbal relaksasi.
Keduanya sering digunakan untuk membantu tubuh lebih tenang.
Namun, banyak orang masih bingung memilih yang paling efektif.
Chamomile biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh herbal.
Minuman ini dikenal memberikan efek menenangkan dari dalam tubuh. Banyak orang meminumnya saat sore atau malam hari.
Lavender lebih sering dimanfaatkan melalui aromaterapi. Aromanya dipercaya membantu meredakan ketegangan pikiran. Minyak esensial lavender kerap digunakan untuk relaksasi.
Dari sisi kandungan, chamomile mengandung apigenin. Senyawa ini bekerja pada sistem saraf pusat. Efeknya membantu tubuh lebih mudah rileks.
Sementara itu, lavender mengandung linalool dan linalyl acetate.
Senyawa ini berperan dalam menurunkan stres. Aromanya memberi sensasi menenangkan pada pikiran.
Penggunaan chamomile cocok bagi mereka yang ingin relaksasi sambil menikmati minuman hangat.
Efeknya bekerja perlahan namun konsisten. Cocok untuk rutinitas harian.
Lavender lebih tepat digunakan untuk relaksasi instan. Aromanya langsung memengaruhi indra penciuman.
Banyak orang memakainya saat meditasi atau sebelum tidur.
Pilihan antara chamomile dan lavender tergantung kebutuhan masing-masing.
Keduanya memiliki manfaat yang berbeda. Kombinasi keduanya bahkan sering digunakan.
Kesimpulannya, tidak ada yang benar-benar lebih unggul. Chamomile dan lavender sama-sama efektif untuk relaksasi.
Pemilihan terbaik bergantung pada preferensi dan kondisi tubuh.
Editor : Amin Basiri