RadarMadura.id - Minuman jamu kembali diminati masyarakat karena dianggap lebih alami dan menyehatkan.
Salah satu yang paling sering dicari adalah jamu temulawak.
Selain rasanya yang khas, jamu ini dikenal mudah dibuat di rumah.
Temulawak memiliki aroma hangat dengan rasa sedikit pahit.
Kandungan kurkumin dan minyak atsirinya membuat jamu ini bermanfaat bagi pencernaan.
Tak heran jika jamu temulawak selalu jadi pilihan untuk menjaga stamina.
Proses pembuatan jamu temulawak sebenarnya cukup sederhana.
Bahan yang dibutuhkan hanya temulawak segar, gula merah, dan sedikit jahe.
Perpaduan bahan ini menghasilkan rasa yang lebih lembut dan mudah diminum.
Langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan rimpang temulawak.
Setelah itu, temulawak diiris tipis dan direbus hingga air berubah warna. Rebusan ini menjadi dasar utama dari jamu tradisional.
Untuk memberikan rasa manis, gula merah ditambahkan pada rebusan.
Pilihan ini dinilai lebih sehat dibanding gula putih. Aroma jahe juga membantu memberikan sensasi hangat yang khas.
Baca Juga: Dua Tersangka Jadi DPO Kasus Pembacokan Petugas SPBU
Setelah seluruh bahan menyatu, jamu temulawak disaring sebelum disajikan.
Minuman ini dapat dinikmati hangat maupun dingin. Banyak orang mengonsumsinya pada pagi hari untuk menjaga kebugaran.
Selain mudah dibuat, jamu temulawak dianggap lebih aman karena tanpa bahan pengawet.
Penggunaannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian. Namun, konsumsi tetap harus dalam jumlah wajar.
Sebagian ahli herbal menilai jamu temulawak cukup baik untuk menunjang kesehatan.
Kandungannya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Meski begitu, jamu tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan medis.
Jamu temulawak kini kembali populer sebagai pilihan minuman sehat.
Cara pembuatannya yang sederhana membuat banyak orang tertarik mencobanya.
Tradisi ini menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia dalam merawat tubuh secara alami.
Editor : Amin Basiri