RadarMadura.id - Mengkudu atau pace dikenal sejak lama sebagai tanaman herbal penuh khasiat.
Meski baunya menyengat dan rasanya pahit, banyak orang tetap menggunakannya untuk menjaga kesehatan.
Kini, fermentasi mengkudu justru disebut lebih ampuh karena menghasilkan sari dengan manfaat lebih kuat.
Proses fermentasi dilakukan dengan cara sederhana.
Buah mengkudu matang dimasukkan ke dalam wadah kaca tertutup lalu dibiarkan beberapa hari.
Setelah keluar sari alaminya, cairan disaring dan disimpan untuk diminum sedikit demi sedikit.
Biasanya, fermentasi mengkudu dikonsumsi 1–2 sendok makan per hari.
Cara ini dipercaya lebih efektif dibanding langsung memakan buah segar.
Rasanya tetap kuat, tetapi manfaatnya meningkat karena kandungan aktif lebih mudah diserap tubuh.
Penelitian menunjukkan, fermentasi mengkudu kaya antioksidan yang melawan radikal bebas.
Kandungan ini berperan penting dalam menjaga sel-sel tubuh tetap sehat.
Tidak heran jika ramuan tradisional ini dipercaya membantu mencegah berbagai penyakit.
Selain itu, fermentasi mengkudu juga bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.
Senyawa aktif di dalamnya membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar.
Khasiat ini menjadikannya herbal alami untuk kesehatan jantung.
Manfaat lain yang jarang diketahui adalah meningkatkan daya tahan tubuh.
Konsumsi rutin membuat sistem imun lebih kuat dalam melawan infeksi.
Bahkan, ramuan ini dipercaya memberi efek menenangkan dan membantu tidur lebih nyenyak.
Fermentasi mengkudu juga digunakan untuk meningkatkan energi tubuh.
Banyak orang merasakan tubuh lebih segar setelah mengonsumsinya secara teratur.
Hal ini membuatnya sering disebut sebagai minuman herbal serba guna.
Meski khasiatnya beragam, konsumsi tetap perlu bijak.
Kandungan kalium yang tinggi bisa berdampak buruk bagi penderita gangguan ginjal.
Karena itu, konsultasi medis disarankan sebelum menjadikannya kebiasaan harian.
Fermentasi mengkudu menjadi bukti bahwa alam menyediakan solusi kesehatan sederhana.
Dari tradisi turun-temurun hingga penelitian modern, khasiatnya semakin diakui.
Tidak heran jika ramuan ini kini dilirik sebagai obat alami serba guna yang mudah dibuat di rumah. (Syarifah)
Editor : Amin Basiri