BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah warga yang terserang penyakit campak di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi.
Buktinya, dari Januari hingga Juli, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencatat terdapat 397 kasus suspek atau terduga campak.
”Kasus yang positif sebanyak 46 kasus, yang meninggal dunia untuk sementara satu orang,” kata kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah.
Dia mengeklaim, saat ini sudah tidak ada pasien campak yang dalam perawatan. Namun, institusinya tetap waspada dan mengatensi merebaknya kasus campak di beberapa wilayah. Salah satunya di Kabupaten Sumenep.
Menurut dia, ada beragam langkah yang dilakukan untuk mencegah dan menekan kasus campak di Kota Salak.
Di antaranya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial, puskesmas, posyandu, dan lain sebagainya.
”Apabila ada kasus, tim turun untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Mulai dari interview hingga pengambilan spesimen campak melalui pemeriksaan darah lengkap,” tegasnya.
Nur Hotibah mengimbau kepada warga Bangkalan untuk melakukan imunisasi sesuai apa yang telah dianjurkan pemerintah.
Salah satunya, terkait imunisasi campak pada usia sembilan bulan dan booster campak usia 18 bulan.
”Tidak hanya campak, tapi juga memberikan imunisasi dasar lengkap. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk membawa anak-anaknya ke posyandu terdekat,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri