PAMEKASAN, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini diambil agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin mudah mengakses layanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan, menegaskan bahwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi organisasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi adalah cara terbaik untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi sekarang merupakan keniscayaan, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari organisasi. Ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,” kata Nuzul saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/8).
Ia menambahkan, transformasi digital bertujuan meningkatkan kualitas layanan. Sistem serba digital diyakini mampu membuat masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan.
“Dengan digitalisasi, masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Inilah upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nuzul menjelaskan bahwa digitalisasi di BPJS Kesehatan telah berjalan menyeluruh, mulai dari proses pendaftaran peserta, pembayaran iuran, antrean pelayanan kesehatan, hingga penagihan klaim rumah sakit.
“Misalnya, pendaftaran peserta kini dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Untuk badan usaha tersedia aplikasi e-Dabu, sedangkan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemda juga sudah menggunakan e-Dabu Pemda,” terangnya.
Sistem pembayaran iuran juga semakin praktis. Peserta bisa memanfaatkan berbagai kanal digital sesuai kebutuhan.
“Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM, Mobile Banking, maupun kanal lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Bahkan sudah ada fitur auto debit, sehingga peserta tidak perlu khawatir terlambat membayar iuran,” jelasnya.
Di bidang pelayanan kesehatan, peserta JKN juga dimudahkan dengan fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN. Rumah sakit pun sudah menerapkan sistem elektronik, seperti Surat Eligibilitas Peserta (SEP) digital dan penagihan klaim berbasis soft copy.
“Hampir semua proses administrasi BPJS Kesehatan saat ini berbasis digital. Hal ini membuat layanan lebih cepat, mudah, dan efisien,” kata Nuzul.
Namun, ia menegaskan peserta di wilayah dengan keterbatasan akses internet tetap mendapat pelayanan optimal. BPJS Kesehatan menyediakan program jemput bola melalui berbagai kanal.
“Peserta di daerah dengan kendala internet tetap bisa dilayani melalui BPJS Online dan BPJS Keliling. Mereka dapat mendatangi kelurahan atau balai desa untuk mendapatkan pelayanan,” ungkapnya.
Dengan berbagai inovasi digital ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat merasakan langsung manfaat kemudahan layanan. Semua proses administrasi kini bisa dilakukan hanya dengan satu genggaman.
“Ini adalah bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Salah satu peserta JKN asal Pamekasan, Doni (35), mengaku sangat terbantu dengan inovasi digital ini. Menurutnya, ia tidak perlu lagi mengantre atau datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Sekarang semuanya lebih mudah karena bisa diakses lewat aplikasi Mobile JKN. Saya bisa mengurus administrasi kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.
Doni juga merasa lebih tenang dengan adanya fitur auto debit. Baginya, layanan ini membuat pembayaran iuran lebih aman dan praktis.
“Fitur auto debit membuat saya tenang karena pembayaran dilakukan otomatis tanpa takut terlambat. Dengan begitu, status kepesertaan saya tetap aktif. Semua jadi lebih praktis, cepat, dan efisien,” pungkas Doni. (*/dry)
Editor : Hendriyanto