PAMEKASAN, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus mendorong masyarakat untuk aktif melakukan Skrining Riwayat Kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.
Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini dapat melakukan skrining secara mandiri, cepat, dan mudah dari mana saja.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan, mengatakan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat.
“Kesehatan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan investasi jangka panjang. Dengan tubuh yang sehat, produktivitas dan kualitas hidup akan meningkat. Maka penting untuk menjaga kesehatan sejak dini, salah satunya dengan rutin melakukan skrining riwayat kesehatan,” ujar Nuzul, Kamis (12/6).
Baca Juga: Aplikasi Mobile JKN Permudah Akses Layanan Kesehatan Tanpa Antre
Nuzul menjelaskan, sebelumnya fitur skrining hanya mampu mendeteksi enam jenis penyakit. Kini, cakupan diperluas menjadi 14 penyakit kronis, sebagai bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit di kalangan peserta JKN.
Ke-14 penyakit tersebut meliputi:
Diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, talasemia, kanker payudara, kanker serviks, kanker usus, kanker paru, tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), anemia, hepatitis B, dan hepatitis C.
“Jika peserta memiliki risiko terhadap salah satu penyakit tersebut, maka bisa segera melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” jelas Nuzul.
Peserta JKN memiliki kesempatan untuk melakukan skrining ini satu kali dalam setahun, dan kini tidak perlu lagi datang ke fasilitas kesehatan karena sudah tersedia di Aplikasi Mobile JKN.
Baca Juga: Said Abdullah Desak Pemerintah Indonesia Tekan PBB Beri Sanksi kepada Israel
“Cukup buka fitur ‘Skrining Riwayat Kesehatan’ di aplikasi Mobile JKN. Sangat mudah diakses dari mana saja. Kami harap masyarakat tertarik memanfaatkan fitur ini dan semakin sadar pentingnya pola hidup sehat,” tambahnya.
Hendarto (53), salah satu praktisi kesehatan di Pamekasan, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, saat ini masyarakat harus semakin waspada terhadap perubahan musim yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan dan gastroenteritis.
“Sekarang masa peralihan musim. Kasus terbanyak yang kami tangani adalah gangguan pernapasan dan mual muntah. Maka penting bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh dan mewaspadai tanda-tanda gangguan kesehatan,” ujar Hendarto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma, dari pengobatan menjadi pencegahan.
Baca Juga: Aplikasi Mobile JKN Permudah Akses Layanan Kesehatan Tanpa Antre
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Rutin olahraga, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta tidak stres itu kunci menjaga daya tahan tubuh. Kalau ada gejala, segera periksa ke faskes,” imbaunya.
Sebagai tenaga kesehatan, Hendarto juga menginstruksikan perawat dan bidan di tempat praktiknya agar aktif mengedukasi pasien tentang skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
“Kami selalu memberi motivasi dan informasi kepada pasien, agar mereka tahu pentingnya skrining tahunan. Ini bukan hanya formalitas, tapi benar-benar bisa mencegah penyakit kronis berkembang lebih parah,” pungkasnya.
Melalui digitalisasi layanan kesehatan yang adaptif, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya deteksi dini dan hidup sehat. Skrining Riwayat Kesehatan kini menjadi salah satu pintu utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Editor : Hendriyanto