BANGKALAN, RadarMadura.id – Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa juga memberikan manfaat terhadap kesehatan.
Namun, ada beberapa tips yang perlu dilakukan agar tidak payah saat berpuasa.
Dokter Umum IGD RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Hilda Nur Ainia menyatakan, puasa pada dasarnya menggeser waktu makan.
Namun, kebutuhan gizi orang yang berpuasa harus tetap seimbang.
Saat berpuasa banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari siklus tidur hingga aktivitas fisik. Sebab, kebutuhan energi menjadi berkurang.
Kadar glukosa darah pun menurun sehingga tubuh mudah lemas. ”Lama-kelamaan akan terjadi ketosis atau pembakaran cadangan energi dan lemak pada tubuh,” sambungnya.
Berat badan orang yang berpuasa biasanya akan turun. Khususnya di minggu pertama berpuasa.
Saat berpuasa, sistem pencernaan akan istirahat sehingga tubuh akan melakukan detoksifikasi. Di sisi lain, hormon endorfin akan meningkat.
”Tetapi, asupan cairan tubuh akan berkurang sehingga tubuh cenderung dehidrasi yang ditandai dengan gejala bibir kering dan warna urine menjadi pekat,” imbuhnya.
Sementara pemenuhan cairan tubuh saat berpuasa dapat dilakukan dengan tetap mengonsumsi air putih delapan gelas saat berbuka dan sahur.
Delapan gelas air itu tidak serta-merta diminum sekaligus supaya perut kita tidak kembung.
”Tetapi bisa dicicil. Misalnya, satu gelas saat berbuka dan satu gelas setelah salat Magrib. Kemudian, dilanjutkan satu gelas setelah salat Isya,” terangnya.
”Lalu, minum satu gelas lagi setelah Tarawih. Kemudian, minum satu gelas sebelum tidur, satu gelas saat sebelum sahur, dan dua gelas setelah sahur,” imbuhnya.
Bagi penderita mag, tips yang perlu dilakukan saat berpuasa tidak jauh berbeda dengan orang dalam keadaan normal. Yakni, makan secukupnya saat sahur dan berbuka.
Kemudian, hindari makan dengan terburu-buru. Menu makanan yang bagus dikonsumsi yakni yang mengandung banyak serat, protein, dan karbohidrat kompleks.
”Hindari makan yang dapat memicu sekresi asam lambung. Misalnya, minuman bersoda, makanan pedas, bersantan, hindari tidur setelah makan, dan tetap minum obat sesuai anjuran dokter pastinya,” sambungnya.
Hilda menambahkan, olahraga bisa membuat tubuh seseorang yang berpuasa menjadi bugar.
Namun, kebanyakan orang yang berpuasa malas olahraga karena tubuh merasa lemas. Olahraga saat puasa bisa dilakukan pagi hari setelah salat Subuh.
Tapi bagi penderita diabetes, olahraga pagi hari tidak dianjurkan karena khawatir terjadi hipoglikemia atau penurunan gula darah dalam tubuh lebih awal.
”Jenis olahraga yang dianjurkan yaitu olahraga ringan. Misalnya, jalan kaki atau workout di rumah,” katanya.
”Sementara untuk jenis olahraga berat kurang dianjurkan supaya energi tetap terjaga saat puasa,” pungkasnya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia