RadarMadura.id - Puasa bukanlah halangan untuk tetap berolahraga. Justru, dengan strategi yang tepat, olahraga saat puasa bisa membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa membuat tubuh cepat lelah.
Salah satu kunci utama adalah memilih waktu yang tepat. Banyak orang memilih berolahraga menjelang waktu berbuka karena setelahnya mereka bisa segera mengganti cairan dan energi yang hilang.
Namun, ada juga yang merasa lebih nyaman berolahraga setelah berbuka atau bahkan setelah salat tarawih, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan energi yang cukup.
Selain waktu, pemilihan jenis olahraga juga penting agar tubuh tetap bugar tanpa kelelahan berlebih.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, dan peregangan bisa dilakukan kapan saja karena tidak terlalu menguras tenaga.
Sementara itu, latihan dengan intensitas sedang seperti jogging atau latihan kekuatan dengan beban ringan lebih baik dilakukan setelah berbuka.
Bagi yang terbiasa dengan olahraga berat seperti HIIT atau angkat beban, disarankan untuk melakukannya setelah makan agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih intens.
Selain menjaga pola olahraga, asupan nutrisi juga berperan penting dalam menjaga stamina saat puasa.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat agar energi bertahan lebih lama.
Begitu pula saat berbuka, tubuh memerlukan cairan dan makanan bergizi agar pemulihan berjalan optimal.
Minum air dalam jumlah cukup antara berbuka hingga sahur juga penting untuk mencegah dehidrasi.
Dengan perencanaan yang tepat, olahraga tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas selama bulan puasa tanpa mengganggu kesehatan maupun ibadah.
Tetap aktif dan bugar selama Ramadan akan membantu menjaga keseimbangan tubuh serta meningkatkan kualitas hidup.
Editor : Amin Basiri