SUMENEP, RadarMadura.id – Penyakit tuberkulosis (TBC) dan kusta menjadi persoalan serius.
Karena itu, Puskesmas Gili Genting memaksimalkan program Desa Peduli dan Mandiri (Delima) yang diinisiasi Dinkes P2KB Sumenep.
Program ini bertujuan mengeliminasi TBC dan kusta pada 2030 dan mengakhiri epidemi tuberkulosis dan kusta di 2050 (eradikasi).
Program tersebut telah dilaksanakan secara berurutan di empat desa di Kecamatan Gili Genting.
Yakni Desa Galis, Desa Gedugan, Desa Aenganyar, dan Desa Bringsang pada awal Februari.
Kepala Puskesmas Gili Genting Idris, S.Kep., Ns mengajak perangkat desa, kader, dan tokoh masyarakat ikut menyukseskan Delima.
Agar, upaya pencegahan dan deteksi dini kasus TBC dan kusta dapat maksimal di tingkat desa. Lintas sektor harus berkolaborasi agar program tersebut berjalan maksimal.
”Inovasi Delima ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan tuberkulosis dan kusta di wilayah kerja Puskesmas Gili Genting,” katanya.
”Delima ini tentu akan dikembangkan pada desa lainnya di Kecamatan Gili Genting,” pungkasnya. (iqb/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia