Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Meninjau Herbal Nanomedicine: Sediaan Berbasis Nanoteknologi dan Beberapa Tantangannya  

Ina Herdiyana • Minggu, 29 September 2024 | 23:20 WIB

 

Photo
Photo

oleh: SOPHIA RIZQINA FARDHANI*

RadarMadura.id – Pada era ini, obat herbal gencar digunakan di berbagai negara di belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang memiliki kelimpahan obat herbal.

Hal ini terjadi karena obat herbal memiliki potensi besar dalam hal farmakologi hampir pada semua penyakit dengan efek samping yang tidak begitu berat.

Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan umum dalam obat herbal, yakni bioavailabilitas, kelarutan, absorbsi zat aktif, dan stabilitas yang rendah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan pengembangan terhadap teknologi yang digunakan untuk formulasi obat herbal, salah satunya Herbal Nanomedicine (HNM).

HNM merupakan sediaan berukuran nano yang mengandung obat herbal sebagai ekstrak.

Sediaan ini banyak dipakai karena memiliki keunggulan tertentu, terlebih bioavailabilitasnya yang meningkat dan toksisitas yang berkurang, hal ini dikemukakan Parusu Kavya Teja, dkk, pada jurnal publikasi 2021.

Bentuk sediaan nanoformulasi herbal bermacam-macam, mulai dari nanofiber, nanoemulsi, nanopartikel herbal polimer, liposome, carbon nanotube, hingga nanosuspensi. Bentuk nanoformulasi ini memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda.

Di balik keunggulan adanya sediaan HNM, terdapat beberapa tantangan dalam pengembangannya seperti yang disebutkan di antaranya sebagai berikut:

  1. Sifat Kimia Kompleks dari Ekstrak Herbal

Ekstrak herbal biasanya merupakan campuran sejumlah fitokonstituen dengan berat molekul, kelarutan, potensi terapeutik, dan kelas kimia yang bervariasi.

Beberapa bersifat polar dan larut dalam air seperti polifenol dan glikosida. Namun, beberapa bersifat nonpolar dan larut dalam lemak seperti monoterpene dan triterpenoid.

Secara keseluruhan, perbedaan ini menimbulkan kesulitan dalam strategi perancangan dan karakterisasi formulasi nano.

  1. Tantangan Farmakologi dan Keamanan

Meskipun nanoformulasi memiliki banyak keuntungan, nanoformulasi juga dikaitkan dengan masalah terkait toksisitas tertentu.

Hal ini terutama mencakup hipersensitivitas yang tidak dimediasi atau reaksi alergi semu yang dapat menyebabkan masalah serius seperti gangguan kardiopulmoner, pembengkakan, dan kemerahan pada wajah.

Karena itu, sangat perlu untuk mengevaluasi secara kritis keamanan nano melalui uji ex vivo atau in vitro yang sesuai terhadap potensi bahaya seperti sitotoksisitas, imunotoksisitas, dan genotoksisitas, sebelum studi praklinis atau klinis yang diujikan langsung kepada manusia. (*)

*) Mahasiswa Universitas Airlangga

 

Editor : Ina Herdiyana
#herbal #obat herbal #Nanoteknologi #Nanomedicine