SAMPANG, RadarMadura.id – Penyakit monkeypox atau cacar monyet kembali diwaspadai di wilayah Jawa Timur (Jatim). Dinas Kesehatan Jatim mendorong untuk meningkatkan kewaspadaan ke 38 kabupaten/kota.
Kabid Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat mengatakan, penyakit monkeypox biasanya dipicu oleh Monkeypox Virus (MPXV). Dia menyebut, di wilayah Jatim sempat ada pasien suspek penyakit tersebut.
”Tapi, untuk di Sampang sampai saat ini belum ada suspek atau terjangkit penyakit itu,” katanya.
Pihaknya sudah menerima surat edaran dari Dinkes Provinsi Jatim nomor 400.7.7.1/14162/102.1/2024. Dalam surat tertanggal 22 Agustus 2024 itu mendorong semua daerah untuk meningkatan kewaspadaan terhadap MPOX.
”Kami juga mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas serta melakukan langkah-langkah pencegahan pada masyarakat,” ungkap Samsul.
Dia menjelaskan, penyakit tersebut disebabkan oleh virus lantaran masyarakat kurang menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan kesehariannya. Penyakit ini bisa menyerang semua tingkatan usia, baik anak-anak maupun dewasa.
Menurut dia, pencegahan penyakit cacar monyet hanya bisa dilakukan dengan cara PHBS. Samsul menekankan pada masyarakat untuk tetap waspada terhadap virus penyakit tersebut.
”Sebelum ada yang terdampak, ayo sama-sama menjaga PHBS sehingga terhindar dari penyakit yang tidak kita inginkan,” pesannya. (bai/bil)
Editor : Ina Herdiyana