PAMEKASAN, RadarMadura.id – Obat tradisional atau herbal mulai kembali eksis dikonsumsi oleh masyarakat.
Seperti halnya daun sirih merah yang dipercaya membantu menurunkan kadar glukosa darah bagi penderita diabetes.
Ainun Nafila, warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, mengaku sering mengonsumsi daun sirih merah.
Menurutnya, rasa pada tumbuhan yang juga berkerabat dengan cabai jamu ini lebih pahit daripada sirih hijau, terlebih saat dikunyah langsung.
”Kalau saya langsung dimakan, tapi bisa juga direbus dan diambil airnya kemudian diminum. Pahit sekali itu rasanya,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Ila ini mengatakan, khasiat dari sirih merah ini banyak. Seperti menyehatkan mulut dan gigi. Selain itu, juga bermanfaat untuk penderita diabetes.
Menurutnya, masyarakat sekitar lebih sering mengonsumsi daun sirih merah dengan cara merebus karena rasa pahitnya tidak terlalu terasa seperti dimakan langsung.
Warga juga lebih sering mengonsumsi saat badan sakit atau pegal-pegal. Biasanya setelah mengonsumsi makanan-makanan berat atau yang bersantan.
”Seringnya seperti itu kalau masyarakat sekitar sini,” ujar Ila.
Dia menyampaikan, untuk jamu atau tanaman herbal seperti daun sirih merah lebih banyak dikonsumsi kalangan orang tua. Para remaja atau kaula muda kurang tertarik perihal jamu dari dedaunan seperti ini.
”Mungkin nanti bisa ada program dari pemkab atau komunitas anak muda perihal ajakan untuk minum jamu herbal, bukan yang saset. Karena manfaatnya cepat sekali dirasakan,” kata pemudi 20 tahun itu.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Madura (Unira) Moh. Zali menambahkan, untuk daun sirih merah ini juga bagus untuk obat kumur serta kewanitaan.
Sehingga, sangat cocok apabila masyarakat senang mengonsumsi obat-obatan herbal ini. ”Terutama anak muda sekarang, harus dicoba itu,” tutupnya sambil tersenyum. (ail/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti