BANGKALAN, RadarMadura.id – Masyarakat Bangkalan wajib menjaga kesehatan. Selain itu, menjaga dan mengawasi pergaulan anak.
Sebab, puluhan remaja di Kota Salak tahun ini dinyatakan terjangkiti human immunodeficiency virus (HIV).
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Bangkalan Mariamah mengatakan, HIV merupakan virus yang masuk pada program standar pelayanan minimum (SPM).
Salah satu penyakit yang terkategori berbahaya dan merusak sel tubuh manusia. ”Kami terus memberikan penyuluhan karena dampak HIV luar biasa,” katanya.
Menurut dia, HIV berasal dari simpanse dan simian immunodeficiency virus (SIV) yang berdampak buruk pada penderita.
Berdasar laporan puskesmas, persebaran virus tersebut meningkat setiap tahun. Hal ini terlihat sejak tahun 2022 dan 2023.
”Pada 2022, ditemukan 54 kasus dan 2023 ditemukan 84 kasus. Khusus 1 Januari sampai 21 Juni 2024 terdapat 25 kasus,” tambahnya.
Dijelaskan, gejala HIV dapat ditemukan setelah tiga tahun lebih. Penyertanya akan menyebabkan sariawan tidak berkesembuhan, sesak napas, dan diare yang tidak berkesembuhan.
”Sulit sekali terdeteksi meski sebenarnya yang bersangkutan sudah tertular,” ucapnya.
Jika merujuk data pada tahun ini, sambung dia, puluhan penderita berusia produktif. Didominasi remaja dan ibu hamil (bumil).
”Ditemukan satu bumil yang positif. Tentu ini akan menular kepada bayinya,” ucapnya.
Dia menjelaskan, HIV menyebar melalui sperma, darah, dan cairan. Penularannya melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik bergantian.
”Secara umum laki-laki yang membawa virus,” terangnya. (ay/yan)
Editor : Ina Herdiyana