SAMPANG, RadarMadura.id – Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang Jumat (3/5).
Sebab, baru-baru ini tersiar informasi ada pasien meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD).
”Kami melakukan sidak untuk mengetahui kebenaran informasi itu. Saat kami cek, ternyata (pasien) meninggal bukan karena mengidap DBD,” terangnya.
Sebab, hasil tes immunoglobulin (IgM) di RSMZ Sampang negatif,” ujar Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto.
Menurut dia, sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat.
Dia berpendapat, pelayanan di RSMZ perlu dioptimalkan. Mulai dari peralatan hingga ketersediaan darah.
”Saat warga terkena DBD, biasanya trombositnya turun sehingga memerlukan perawatan medis yang intensif,” terangnya.
Rudi Arifiyanto menuturkan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan monitoring.
Baginya, penyakit DBD harus mendapat perhatian serius lantaran bisa menyebabkan kematian.
”Setiap pekan kami akan melakukan monitoring. Juga melakukan rapat koordinasi dengan camat dan semua puskesmas,” ulasnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit DBD.
Salah satunya dengan menerapkan lima M. Yaitu, menimbun, menutup, mengubur, menguras, dan menjaga kebersihan lingkungan.
”Jaga Kesehatan dan jangan meremehkan DBD,” imbaunya.
Kepala Dinkes KB Sampang Abdulloh Najich menambahkan, saat mengadakan rakor, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada semua puskesmas.
Terutama, dalam menangani pasien DBD.
”Untuk mencegah DBD, harus menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai jadi sarang nyamuk, itu yang paling penting. Fogging itu langkah terakhir,” pungkasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia