SUMENEP, RadarMadura.id – Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang penyelesaiannya menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional (PKN).
Penurunan kasus stunting itu sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goal (SDG) 2.2 tahun 2030.
Untuk menghilangkan segala bentuk keadaan malnutrisi tersebut, pada tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan penurunan kasus stunting hingga 14 persen.
Jika merujuk data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting di Indonesia pada 2022 menunjukkan penurunan hingga 21,6 persen.
Kepala Puskesmas Pasongsongan Ariyanis Rasdyahati mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan penurunan angka stunting dari 4,39 persen pada 2023 menjadi 3,1 persen.
Caranya melalui pemberian makanan tambahan (PMT) untuk menyehatkan bayi dan balita. Juga, memastikan tumbuh kembang anak sesuai usianya.
Dijelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan kader posyandu.
Selain itu, melakukan pendampingan dan edukasi kepada kaum ibu tentang pentingnya menjaga pola makan yang sehat dengan gizi seimbang.
”Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, generasi muda di Pasongsongan ke depan diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Juga, memiliki masa depan yang lebih cerah,” tandasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia