BANGKALAN, RadarMadura.id – Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tidak hanya identik dengan mudik dan bermaaf-maafan.
Salah satu tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari Lebaran yaitu suguhan makanan dan minuman yang beraneka ragam.
Bahkan bagi kebanyakan orang, ada beberapa menu makanan yang wajib tersedia saat momentum Lebaran. Mulai dari makanan berat hingga ringan.
Bagaimana cara menyikapi berbagai menu makanan Lebaran agar tubuh tetap sehat?
Dokter Penanggung Jawab (PJ) Poli Dalam RSUD Syamrabu Rosida Fajariya menyatakan, salah satu kebiasaan di momen Lebaran yaitu berkunjung ke rumah tetangga atau sanak famili.
Tujuannya, untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Setiap berkunjung dari rumah ke rumah, biasanya pasti disuguhkan makanan khas Lebaran.
Sementara untuk menolak karena alasan kenyang atau sudah makan rasanya sangat sungkan dan tidak nyaman. Sebab, penolakan itu terkesan tidak menghargai tuan rumah.
Mengonsumsi makanan yang berlebihan akan membuat tubuh tidak nyaman. Bahkan, juga bisa berpengaruh pada kesehatan.
Sebelum bertamu, sebaiknya mengonsumsi beberapa makanan yang bisa menjaga kesehatan tubuh.
”Sebaiknya kita makan makanan tinggi serat dulu dari rumah. Jadi terasa cepat kenyang, dan jangan lupa tetap imbangi dengan olahraga untuk membakar kalori yang berlebih,” sarannya.
Makanan tinggi serat terdiri atas buah segar atau makanan kompleks.
Sebab, makanan yang tinggi serat lebih lama dicerna. Sehingga, setelah mengonsumsi makanan Lebaran lebih cepat kenyang.
”Jangan lupa tetap pilih menu yang tidak terlalu berlemak,” tutur dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
Sebelum mengonsumsi menu Lebaran yang super lezat dan bervariatif harus ingat tiga prinsip. Yakni, batasi, imbangi, dan dinikmati.
Yaitu, membatasi porsinya, imbangi jenis makanan sehat lainnya, seperti makanan tinggi serat dan rendah lemak jenuh.
”Kemudian, harus dinikmati, sehingga tetep happy walaupun tidak makan sepuasnya,” katanya.
Rosida menambahkan, menu minuman Lebaran yang paling menggoda adalah minuman kekinian. Yaitu, yang banyak mengandung gula, garam, dan berlemak.
Namun, apabila berlebihan dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
”Makanya, prinsip batasi, imbangi, dan nikmati itu harus benar-benar dilaksanakan. Juga harus tetap imbangi dengan minum air putih yang cukup,” sambungnya.
Perempuan berhijab itu melanjutkan, bagi penderita diabetes harus bisa membatasi makanan dan minuman yang manis dan tinggi karbo dan indeks glikemik.
Sebab, makanan dan minuman itu bisa menyebabkan gula darah tidak terkontrol.
Sedangkan bagi penderita hipertensi, harus membatasi makanan dan minuman yang asin, gurih, dan berisiko meningkatkan tekanan darah.
Juga harus diimbangi dengan mengonsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat.
Penderita hipertensi dan diabetes harus membatasi makanan bersantan. Sebab, santan bisa menjadi pemicu beberapa penyakit kronis lainnya.
Seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal kronis. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Karena tubuh membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.
Selain itu juga harus olahraga teratur selama 30 menit 4–5 hari dalam sepekan. ”Istirahat dengan cukup dan hindari rokok dan alkohol,” katanya. (jup/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia