Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rahasia di Balik Umur Panjang Warga Singapura

Fadila An Naila • Jumat, 12 April 2024 | 11:30 WIB

Makhluk mitologi bernama Merlion, ikon nasional Singapura
Makhluk mitologi bernama Merlion, ikon nasional Singapura

RadarMadura.id — Di tengah hiruk pikuk perkotaan modern, Singapura menorehkan prestasi yang mengagumkan dengan menjadi salah satu ‘blue zone’ global—wilayah di mana warganya menikmati kesehatan prima dan umur yang panjang.

Dengan angka harapan hidup yang mencapai 84,9 tahun pada tahun 2019, negara ini melampaui rata-rata global dan bahkan meninggalkan tetangganya, Indonesia, yang berada di angka 71,34 tahun.

Konsep ‘blue zone’ mengacu pada daerah dengan populasi centenarian (berusia 100 tahun atau lebih) yang signifikan, melebihi angka di Amerika Serikat hingga sepuluh kali lipat.

Singapura bergabung dengan daerah lain yang telah lama dikenal sebagai blue zone, seperti Ikaria (Yunani), Okinawa (Jepang), Nicoya (Costa Rica), Sardinia (Italia), dan Loma Linda (AS).

Namun, apa yang menjadi kunci dari fenomena menakjubkan ini di Singapura?

Kebijakan Pemerintah dan Gaya Hidup Aktif

Pemerintah Singapura telah menerapkan serangkaian kebijakan yang mendorong gaya hidup aktif di kalangan warganya.

Dengan pajak kendaraan pribadi, bensin, dan penggunaan jalan yang tinggi, warga lebih memilih untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari mereka.

Dukungan Sosial dan Komunitas

Singapura juga memberikan insentif finansial melalui Proximity Housing Grant bagi mereka yang memilih tinggal dekat dengan keluarga.

Ini memungkinkan lansia untuk mendapatkan dukungan dan perawatan dari keluarga daripada harus tinggal di panti jompo.

Selain itu, hampir 80% warga dewasa Singapura terafiliasi dengan agama, dan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan keagamaan dapat meningkatkan harapan hidup hingga 14 tahun.

Baca Juga: Ternyata Buah Semangka Sangat Bermanfaat untuk Menyehatkan Ginjal

Pola Makan Sehat dan Regulasi Ketat

Singapura juga terkenal dengan kebijakan anti-rokoknya yang ketat dan insentif bagi perusahaan yang menyediakan pilihan makanan sehat.

Dewan Promosi Kesehatan Singapura bahkan mendorong konsumsi beras merah dan biji-bijian dengan memberikan label khusus pada warung makan yang menyediakan pilihan makanan sehat.

Regulasi Senjata Api dan Narkoba

Tidak hanya itu, regulasi senjata api dan narkoba yang ketat di Singapura juga berkontribusi pada angka harapan hidup yang tinggi.

Dengan hukuman yang berat bagi pelanggaran terkait, Singapura berhasil mempertahankan angka kematian akibat senjata api yang sangat rendah setiap tahunnya.

Kesimpulannya, kombinasi dari kebijakan pemerintah yang bijaksana, dukungan sosial yang kuat, gaya hidup sehat, dan regulasi yang ketat telah menjadikan Singapura sebagai contoh yang patut ditiru dalam mencapai umur panjang dan kesehatan yang optimal. (fadila)

Editor : Ina Herdiyana
#blue zones #umur panjang #singapura #kesehatan