PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jika merujuk data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, selama sebulan terdapat 12 anak terpapar flu Singapura.
Namun, puskesmas di Pamekasan belum melakukan pendataan karena tidak memiliki alat pendeteksi flu Singapura.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin mengatakan, flu Singapura disebabkan virus coxsackie.
Ciri-ciri seseorang mengidap penyakit tersebut adalah, pada telapak tangan dan kaki terdapat bercak-bercak kehitaman.
”Kalau sudah ada tanda-tanda kayak gitu, penderita langsung dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya,” katanya.
Jika menjalani perawatan intensif, flu Singapura bisa disembuhkan antara lima hari sampai sepekan.
Jika kondisi penderita lemah, bisa menimbulkan komplikasi atau terkena penyakit lainnya.
Saifuddin menuturkan, flu Singapura sendiri tidak menyebabkan kematian. Kecuali, penderita mengalami gizi buruk.
”Jadi kembali lagi, bergantung imunitas si anak,” ucapnya.
Saifuddin mengimbau seluruh orang tua menjaga kesehatan anak. Juga minta buah hatinya tidak kontak dengan orang yang terjangkiti flu.
”Sebab, flu Singapura mudah menular,” tandasnya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia