RadarMadura.id — Dalam tradisi Islam, mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil bukan sekadar kebiasaan, melainkan sebuah praktik yang dijunjung tinggi, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Beliau tidak hanya memilih untuk berbuka puasa dengan tiga butir kurma tetapi juga menjadikan buah manis ini sebagai bagian dari ritual sebelum salat Idul Fitri.
Anjuran ini tidak terbatas pada angka tiga; satu, lima, tujuh, atau sembilan butir kurma juga merupakan pilihan yang disarankan.
Menurut sumber-sumber hadis yang dihormati, termasuk HR Bukhori dan Muslim, ada lebih dari sekadar tradisi dalam konsumsi kurma ganjil ini.
Sebuah hadis menyebutkan bahwa memakan tujuh butir kurma ajwa di pagi hari bisa melindungi seseorang dari racun dan sihir—sebuah perlindungan metaforis yang menggambarkan manfaat kesehatan dari kurma.
Nabi Muhammad SAW pernah mengajukan teka-teki kepada para sahabatnya, “Ada satu pohon yang tidak pernah gugur daunnya, mirip dengan seorang muslim.
Pohon apakah itu?” Setelah beberapa tebakan, beliau mengungkapkan bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma.
Penelitian modern telah mengeksplorasi lebih jauh tentang manfaat kesehatan dari mengonsumsi kurma, baik dalam jumlah ganjil maupun genap.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi genap kurma berdampak pada kadar gula darah dan potassium, namun tidak memberikan energi yang signifikan.
Sebaliknya, ketika dikonsumsi dalam jumlah ganjil, kurma diketahui memiliki efek yang berbeda.
Dr. Musthafa Mohamed Essa memimpin sebuah penelitian yang menemukan bahwa kurma dapat melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan.
“Kurma adalah sumber serat, fenolat, dan antioksidan yang kaya, yang dapat berkontribusi pada pengobatan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer,” ungkapnya.
Penelitian lain oleh Rock W. menunjukkan bahwa kurma berpotensi menguntungkan dalam mengurangi asam lemak jenuh dan stres oksidatif, yang sering dikaitkan dengan masalah jantung.
“Kurma mengandung phytochemical yang membantu mencegah penyakit jantung dan merupakan sumber potasium yang baik, yang dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit kardiovaskular,” kata Rock.
Dari hasil penelitian ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kurma, ketika dikonsumsi dalam jumlah ganjil, dapat diubah oleh tubuh menjadi karbohidrat, sehingga meningkatkan energi dan memulihkan stamina.
Tradisi ini, yang telah berlangsung selama berabad-abad, kini mendapatkan pengakuan ilmiah atas manfaatnya bagi kesehatan. (fadila)