RadarMadura.id — Dalam keheningan bulan suci, tak hanya jiwa yang berpuasa, tetapi juga tubuh termasuk bagi mereka yang berjuang melawan gangguan asam lambung atau GERD.
Kekhawatiran akan eksaserbasi kondisi selama Ramadan sering kali menghantui penderita.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa puasa, dengan pendekatan yang tepat, bukan hanya aman tetapi juga mungkin memiliki efek terapeutik.
Penelitian Mengungkap Manfaat Puasa bagi GERD
Sebuah studi yang terbit di Acta Medica Indonesiana pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa puasa dapat memainkan peran dalam meredakan gejala GERD.
Dalam penelitian yang melibatkan 130 subjek dengan diagnosis GERD, mereka yang berpuasa selama Ramadan mengalami penurunan keluhan yang signifikan dibandingkan dengan yang tidak berpuasa.
Perubahan Gaya Hidup Sebagai Kunci
Rahasia di balik fenomena ini terletak pada transformasi pola makan dan gaya hidup selama bulan puasa.
Dengan terbatasnya waktu makan hanya pada sahur dan berbuka, serta penghindaran dari camilan tidak sehat, penderita GERD mendapatkan kesempatan untuk mengatur ulang ritme konsumsi mereka.
Lebih dari itu, pengurangan kebiasaan merokok dan asupan kalori selama puasa berkontribusi pada penurunan berat badan dan stres—keduanya merupakan faktor yang dapat memperburuk GERD.
Puasa dan Kesehatan Mental
Tidak hanya memberi manfaat fisik, puasa juga menawarkan keuntungan psikologis. Menahan diri dari makan, minum, dan kebiasaan buruk membawa ketenangan mental dan penurunan stres, yang secara tidak langsung dapat mengurangi risiko peningkatan asam lambung.
Baca Juga: Ketahui Jenis dan Manfaat Jeruk yang Dapat Menjaga Kebutuhan Mineral Tubuh Selama Berpuasa
Dengan demikian, puasa mungkin bukan hanya ritual spiritual, melainkan juga jendela menuju kesehatan yang lebih baik bagi penderita GERD selama dilakukan dengan bijak dan di bawah pengawasan medis. (fadila)