RadarMadura.id – Madura memiliki buah khas yang bernama dhuwâ' yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama jamblang. Buah ini tampak seperti anggur, tetapi memiliki rasa yang unik, yaitu sepet dan asam.
Buah ini tidak hanya ditemukan di Madura, tetapi juga di beberapa daerah lain di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda, seperti duwet atau jamblang.
Anggur Madura ini merupakan buah dari pohon jamblang (syzygium cumini), yang masih berkerabat dengan jambu air dan cengkeh (myrtaceae).
Pohon jamblang memiliki kayu yang kuat dan tahan lama, sehingga sering digunakan sebagai bahan bangunan. Pohon jamblang juga bisa mencapai ketinggian 10-20 meter.
Buahnya memiliki warna yang bervariasi, mulai dari biru keungu-unguan, hitam, ungu, hingga putih, sesuai dengan varietasnya.
Namun, sayang sekali, pohon jamblang termasuk tumbuhan yang jarang ditemui di Madura maupun di Indonesia pada umumnya. Lebih tepatnya tidak banyak ditemukan kecuali di hutan atau perbukitan.
Hal ini karena kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan dan melestarikan pohon ini. Padahal, anggur Madura memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, terutama untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti kencing manis, batuk, diare, sariawan, dan sebagainya.
Dilansir dari Klik Dokter, anggur Madura memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, seperti biji, daging, dan kulit kayunya. Berikut ini adalah beberapa khasiatnya:
- Biji jamblang dapat mengobati kencing manis, diare, disentri, gangguan pencernaan, keracunan strychnine, dan pembesaran limpa.
- Daging jamblang dapat mengobati kencing manis, batuk kronis, sesak napas, batuk rejan, batuk pada TB paru, nyeri lambung, dan diare.
- Kulit kayu jamblang dapat mengobati kencing manis, diare, dan sariawan.
Untuk menggunakan jamblang sebagai obat, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, tergantung pada jenis penyakitnya. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
- Untuk batuk kronis dan asma, dapat mengonsumsi jamblang segar atau kering sebanyak 15 gram tiga kali sehari.
- Untuk batuk rejan, dapat merebus jamblang kering sebanyak 15 gram dengan empedu ayam betina dan gula pasir, lalu minum airnya dan makan isinya sekali sehari.
- Untuk batuk pada TB paru, dapat merebus jamblang segar atau kering sebanyak 30 gram dengan daun sembung dan gula pasir, lalu minum airnya dan makan buahnya setiap malam sebelum tidur.
- Untuk diare pada anak, dapat merebus jamblang segar yang belum matang sebanyak 6 gram dengan beras yang sudah digongseng, lalu minum airnya dan makan isinya.
Demikianlah ulasan tentang jamblang, buah ajaib yang langka dan berkhasiat. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba buah ini atau menggunakannya sebagai obat. (hasan)
Editor : Hendriyanto