Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Prevalensi Stunting di Sumenep Capai 21,6 Persen

Ina Herdiyana • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 23:02 WIB
MEMBERIKAN ARAHAN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan saat rakor bersama  Tim Percepatan Penurunan Stunting di salah satu hotel di Sumenep, Senin (16/10). (ROKOPIM UNTUK JPRM
MEMBERIKAN ARAHAN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan saat rakor bersama  Tim Percepatan Penurunan Stunting di salah satu hotel di Sumenep, Senin (16/10). (ROKOPIM UNTUK JPRM

SUMENEP, RadarMadura.id – Penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep harus menjadi perhatian pemkab. Sebab, berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Kabupaten Sumenep mencapai 21,6 persen. Angka tersebut berada di atas target nasional.

Plt Kepala Dinkes P2KB Sumenep Agustiono Sulasno tidak menampik penurunan angka stunting menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) lembaganya. Dengan demikian, semua stakeholder harus berpacu untuk memenuhi target nasional dalam penurunan angka stunting, yaitu 14 persen.

Agus menyatakan, prevalensi stunting mengalami penurunan setiap tahun. Buktinya, pada 2021 angka prevalensi stunting Kota Keris 29 persen. Sedangkan di rilis terakhir yang dikeluarkan SSGI, angkanya turun 7,4 persen di 2022. Dengan demikian, angka prevalensi Kabupaten Sumenep tinggal 21,6 persen.

Pihaknya berharap, langkah-langkah taktis yang dilakukan pemerintah dalam rangka penurunan angka prevalensi stunting lebih maksimal. Sebab, target penurunan yang dicanangkan cukup tinggi, yaitu 12 persen. Pemenuhan target itu bukanlah hal mustahil. ”Karena sudah diselesaikan dengan hasil bulan timbang di lokasi-lokasi posyandu,” imbuhnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, pemerintah berkomitmen menuntaskan persoalan stunting. Yaitu, melalui upaya komprehensif, memanfaatkan data yang konsisten, dan berkesinambungan.

Agar pengambilan kebijakan dalam penanganan stunting lebih terarah dan sistematis, pemkab bersinergi dan berkoordinasi antarinstansi. Dengan begitu, bersama-sama berperan aktif meminimalkan stunting.

 ”Dengan data yang akurat dan ter-update, evaluasi akan lebih efektif sehingga memacu inovasi dalam upaya penurunan stunting,” katanya. (via/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#kabupaten sumenep #stunting #kesehatan #Studi Status Gizi Indonesia #kota keris #SSGI #Dinkes P2KB #radar madura