Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Bangkalan Menjadi Salah Satu Korban Tenggelamnya Kapal Tanker Keoyoung Sun di Jepang

Hendriyanto • Kamis, 21 Maret 2024 | 21:18 WIB

CUACA BURUK: Muh. Munir Agung S menjadi korban ABK kapal Keoyoung Sun yang tenggelam di Jepang pada Rabu (20/3).
CUACA BURUK: Muh. Munir Agung S menjadi korban ABK kapal Keoyoung Sun yang tenggelam di Jepang pada Rabu (20/3).

RadarMadura.id - Peristiwa tenggelamnya kapal Keoyoung Sun di perairan Shimonoseki, Jepang pada Rabu (20/3) membawa duka bagi warga Indonesia. Pasalnya delapan dari 11 anak buah kapal (ABK) merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Salah satu diantara ABK kapal berbendera Korea Selatan tersebut merupakan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Yaitu Muh. Munir Agung S yang beralamat di Jalan Pelabuhan, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan.

Pria yang lahir pada 19 Juni 1999 itu dipastikan meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya kapal tanker tersebut. Pihak keluarga juga sudah mendapat konfirmasi dari pihak otoritas terkait.

Baca Juga: Kapal Setaman Terbalik, Dua ABK Hilang

Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Jepang membenarkan peristiwa itu. Informasi yang diterima dari Japan Coast Guard (JCG) menyebutkan jika kapal tanker tersebut membawa 11 awak, terdiri dari delapan WNI, dua warga Korea Selatan dan satu orang warga Tiongkok.

"Sembilan awak ditemukan, delapan diantaranya meninggal. Kesembilan awak belum diketahui identitasnya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha saat memberikan keterangan singkat kepada media.

ABK yang dievakuasi semua ada di dalam kapal. Sementara sisanya masih proses pencarian. Kapal tanker yang memuat bahan kimia tersebut awalnya meminta bantuan karena kapalnya mulai miring karena cuaca buruk pada pukul 07.00 waktu Jepang.

Baca Juga: Pekan Depan Polres Bangkalan Panggil Dua Ahli terkait Perkara Dugaan Malapraktik hingga Menyebabkan Kepala Bayi Terputus

Sementara itu Siti Hotidja selaku kerabat Muh. Munir Agung membenarkan jika keponakannya menjadi salah satu korban ABK yang meninggal akibat insiden kapal Keoyoung Sun di Jepang.

"Jasad keponakan saya masih di Jepang dan kemungkinan tiba di Indonesia pada Jumat (22/3)," terangnya singkat. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bangkalan #abk #korea selatan #jepang #tanker #kapal tenggelam #madura #Keuyoung Sun