Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perang Israel-Hamas: Korban Tewas Capai 2.200 Orang, PBB dan Palang Merah Kehilangan Staf

Hendriyanto • Kamis, 12 Oktober 2023 | 20:40 WIB
RUSAK PARAH: Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza Selatan . (Sumber Foto: ALJAZEERA)
RUSAK PARAH: Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza Selatan . (Sumber Foto: ALJAZEERA)

GAZARadarMadura.id – Konflik antara Israel dan Hamas yang memanas sejak akhir pekan lalu telah menelan korban jiwa lebih dari 2.200 orang di kedua pihak. Rilis data korban tersebut berdasarkan laporan terbaru pada Kamis (12/10/2023).

Di Israel, otoritas mengatakan bahwa 1.200 orang tewas akibat serangan roket dan infiltrasi militan dari Gaza, yang dimulai pada Sabtu (7/10/2023) pagi.

Mayoritas korban merupakan warga sipil, termasuk anak-anak dan orang tua. Serangan ini merupakan yang terbesar dalam kilas balik sejarah Israel. Terutama terkait banyaknya korban yang kebanyakan dari warga sipil, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Di Gaza, pihak berwenang setempat melaporkan lebih dari 1.000 orang tewas akibat serangan udara dan artileri  Israel. Serangan tersebut terus-menerus dilakukan Israel sebagai balasan.

Serangan tersebut telah merusak infrastruktur dan fasilitas kesehatan di wilayah yang dikuasai oleh Hamas. Mereka adalah kelompok militan yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan beberapa negara Barat.

PBB mengatakan bahwa, 11 stafnya tewas di Gaza sejak Sabtu.Termasuk dua pengawas gencatan senjata yang sedang bertugas di pos perbatasan.

Sedangkan Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah kehilangan lima anggotanya. Termasuk seorang dokter dan seorang perawat yang tewas saat membantu korban luka.

Israel telah mengerahkan pasukan, tank, dan kendaraan lapis baja berat lainnya di sekitar Gaza dalam operasi pembalasan yang disebut "Operasi Dinding Besi". Israel mengklaim telah menghancurkan ratusan target militer Hamas. Termasuk terowongan, gudang senjata, dan markas komando.

Hamas, yang menguasai Gaza sejak 2007, mengatakan bahwa serangannya adalah respons terhadap penindasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Hamas juga mengklaim telah menawan puluhan warga Israel. Di dalamnya terdapat tentara, dan mengancam akan mengeksekusi mereka jika Israel tidak menghentikan serangannya.

Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik ini masih belum membuahkan hasil. Dewan Keamanan PBB telah mengadakan empat pertemuan darurat untuk membahas krisis ini.

Akan tetapi Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan bersama karena ditentang oleh Amerika Serikat, sekutu utama Israel. Negara-negara Arab, seperti Mesir, Qatar, dan Turki, juga berusaha untuk menjadi mediator antara kedua belah pihak. (hasan/dry)

Editor : Hendriyanto
#gencatan senjata #palestina #Palang Merah Internasional #pbb #israel #ISRAIL