GAZA, RadarMadura.id – Pemimpin militer Hamas, Ayman Younis, menjadi korban tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam rumahnya di Gaza pada Minggu (8/10). Jenazah Younis ditemukan bersama beberapa anggota keluarganya di bawah puing-puing rumahnya. Kementerian Kesehatan Gaza mengkonfirmasi kematian Younis dan menyebutnya sebagai "martir".
Younis adalah salah satu tokoh penting dalam gerakan perlawanan Hamas terhadap Israel. Ia bertanggung jawab atas operasi militer, politik, dan administratif Hamas di Gaza.
Ia juga dikenal sebagai dalang di balik serangan bom bunuh diri, roket, dan gerilya yang menargetkan Israel.
Serangan udara Israel terhadap rumah Younis adalah bagian dari operasi balasan yang dilancarkan sejak Sabtu (7/10) sebagai respons terhadap peluncuran lebih dari 2.000 roket oleh Hamas dan Jihad Islam dari Gaza ke wilayah Israel.
Baca Juga: Rusia Siap Jadi Tuan Rumah Negosiasi Konflik Palestina dan Israel
Israel mengklaim bahwa operasinya bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur teror dan menonaktifkan kemampuan militer Hamas.
Namun, serangan udara Israel juga menimbulkan korban jiwa yang besar di kalangan warga sipil Gaza. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, hingga hari ini, setidaknya 704 orang tewas akibat serangan Israel. Mereka termasuk 143 anak-anak dan 105 wanita. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dan trauma.
Serangan udara Israel juga merusak atau menghancurkan ratusan bangunan di Gaza. Termasuk rumah sakit, sekolah, masjid, dan kantor media.
Israel juga memutus pasokan listrik, bahan bakar, dan makanan ke Gaza, sehingga memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Konflik antara Israel dan Palestina, Arab Saudi Angkat Bicara
Sementara itu, Badan otoritas Israel menyatakan akan terus melanjutkan Operasi Pedang Besi. Bahkan sampai Hamas sepenuhnya dilumpuhkan dan diusir dari Gaza.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel tidak akan berhenti sampai membayar balik "hari yang jahat" yang disebabkan oleh roket-roket Hamas.
PBB dan negara-negara lain telah mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu ini.
Namun, upaya diplomasi masih belum membuahkan hasil. Israel dan Hamas sama-sama menolak untuk menghentikan serangan mereka. (hasan/dry)
Editor : Hendriyanto