RadarMadura.id - Dua hari setelah mendapat serangan mendadak dari Hamas, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengendalikan sebagian besar wilayah selatan Israel yang berbatasan dengan Gaza.
Serangan-serangan Hamas telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar di Israel. Baik di kalangan warga sipil maupun tentara.
Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan kepada para wartawan bahwa pasukannya telah mengamankan sebagian besar komunitas-komunitas Yahudi yang berada di wilayah selatan.
PalestinBaca Juga: Konflik antara Israel dan Palestina, Arab Saudi Angkat Bicara
"Kami telah menguasai sebagian besar komunitas di sini," katanya, seperti dikutip oleh AFP.
Namun, dia tidak menampik kemungkinan masih adanya sisa-sisa petempur Hamas yang bersembunyi di daerah tersebut.
Hagari juga mengatakan bahwa pasukan Israel telah mengevakuasi 15 dari 24 komunitas yang terletak dekat perbatasan. "Kami berharap dapat menyelesaikan evakuasi dalam 24 jam ke depan," ujarnya.
Serangan-serangan Hamas dimulai pada Sabtu (7/10) lalu, ketika ratusan petempur Hamas berhasil menembus pagar perbatasan dan menyerbu permukiman-permukiman Yahudi dan pangkalan-pangkalan militer di wilayah selatan Israel.
Menurut Hagari, Hamas telah meluncurkan lebih dari 4.400 roket ke wilayah Israel sejak saat itu. Serangan-serangan itu telah menewaskan sedikitnya 800 orang di Israel, termasuk warga sipil dan tentara. Sejumlah warga Israel juga diculik oleh Hamas dan dibawa ke Jalur Gaza.
Untuk membalas serangan-serangan Hamas, Israel melancarkan serangan udara intensif ke Jalur Gaza, yang dikuasai oleh Hamas. Serangan-serangan udara itu telah meratakan beberapa gedung tinggi di pusat Kota Gaza, termasuk Menara Palestina, yang merupakan markas dari stasiun radio Hamas.
Serangan-serangan udara Israel juga telah menewaskan sedikitnya 493 orang di Jalur Gaza, dan membuat lebih dari 120.000 orang mengungsi.
Baca Juga: DPD RI Desak PBB dan Amerika Serikat Ikut Kecam Israel
Konflik antara Israel dan Hamas ini merupakan yang terburuk sejak 2014, ketika perang selama 50 hari menewaskan lebih dari 2.000 orang di Jalur Gaza dan 73 orang di Israel.
Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran internasional dan desakan untuk menghentikan kekerasan. (hasan/dry)
Editor : Hendriyanto