RadarMadura.id – Menghadapi anak susah makan bisa menjadi tantangan besar bagi para orang tua.
Kondisi anak susah makan sering kali menimbulkan kekhawatiran terkait kecukupan gizi dan perkembangan anak.
Namun, dengan pendekatan yang tepat, masalah anak susah makan mungkin bisa segara dapat diatasi.
Ada beberap sumber yang anyatakan penyebab anak susah makan, antara lain sebagai berikut:
1. Pertumbuhan yang cepat atau penyakit dapat mempengaruhi nafsu makan anak.
2. Lingkungan yang tidak kondusif, seperti suasana makan yang tidak menyenangkan atau kebiasaan makan yang tidak teratur, bisa menjadi penyebab.
3. Beberapa kondisi medis seperti alergi makanan atau masalah pencernaan bisa membuat anak susah makan.
Berdasarkan tiga kategori penyebab anak susah makan, maka yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah hal sebagai berikut:
1. Buat Suasana Makan yang Menyenangkan
Pastikan waktu makan menjadi saat yang menyenangkan dengan cara menghindari konflik atau tekanan saat makan.
Buatlah suasana yang tenang dan nyaman sehingga anak merasa lebih rileks dan terbuka untuk mencoba makanan baru.
2. Libatkan Anak dalam Proses Memasak
Mengajak anak untuk ikut serta dalam proses memasak dapat meningkatkan minat mereka terhadap makanan.
Ajak mereka memilih menu, memotong sayuran, atau membantu mengatur meja. Keterlibatan ini dapat membuat anak lebih antusias untuk mencoba makanan yang mereka bantu persiapkan.
3. Sajikan Porsi Kecil
Mulailah dengan porsi kecil dan biarkan anak menambah porsi jika mereka mau. Porsi yang terlalu besar dapat membuat anak merasa kewalahan dan enggan untuk makan.
4. Variasikan Menu Makanan
Cobalah berbagai jenis makanan dengan variasi rasa, tekstur, dan warna. Hal ini dapat membantu menstimulasi minat anak untuk mencoba makanan yang berbeda.
Pastikan juga untuk menyajikan makanan yang seimbang dan kaya akan nutrisi supaya tetap sehat
5. Berikan Contoh yang Baik
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jadi, pastikan Anda menunjukkan kebiasaan makan yang baik dengan makan makanan yang sehat dan bervariasi.
6. Jangan Gunakan Makanan sebagai Hadiah atau Hukuman
Menggunakan makanan sebagai alat untuk menghukum atau memberi hadiah dapat menciptakan hubungan yang tidak sehat antara anak dan makanan.
Usahakan untuk tidak membuat anak merasa bahwa makanan adalah sesuatu yang harus “diperjuangkan”.
7. Perhatikan Jadwal Makan
Atur jadwal makan yang teratur dan konsisten. Anak-anak membutuhkan struktur dan rutinitas untuk membantu mereka merasa lebih nyaman dan aman.
Jangan biarkan anak makan terlalu dekat dengan waktu tidur atau terlalu jauh dari waktu makan berikutnya.
8. Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli Gizi
Jika anak Anda terus-menerus mengalami kesulitan makan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Mereka dapat membantu Anda memahami masalah mendasar dan memberikan saran yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda.
Editor : Amin Basiri