SAMPANG, RadarMadura.id – Misnaji, Warga Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang, diduga dibunuh oleh menantunya berinisial DL.
Peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi pada Minggu (20/9) malam. Pria berusia 50 tahun itu tewas setelah dibacok menggunakan calok.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang.
Menurutnya, korban merupakan mertua dari terduga pelaku. Misnaji dan DL tinggal satu, tapi beda dusun. Korban beralamat Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat.
”Sedangkan terduga pelaku DL, laki-laki, 25, petani, tinggal di Dusun Burajeh, Desa Mambulu Barat,” ungkapnya.
Eko menjelaskan, kejadian bermula saat korban sedang duduk di teras rumah setelah selesai mengupas kelapa. Tidak lama kemudian, terduga pelaku datang ke rumah korban.
”Lalu, DL langsung mengambil calok yang diletakkan di teras rumahnya dan sebelumnya digunakan untuk mengupas kelapa,” terangnya.
Baca Juga: Mobil Rust Disopiri Anggota TNI Terlibat Laka di Sampang, Diduga Bawa Rokok Ilegal
DL mendatangi korban yang sedang duduk menghadap ke barat di teras rumah. Terduga pelaku kemudian membacokkan calok ke arah korban.
”Sehingga mengenai leher korban sebelah kiri dan mengakibatkan korban langsung meninggal dunia. Setelah itu, DL langsung melarikan diri,” bebernya.
Setelah menerima informasi dari warga, anggota Polsek Tambelangan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Tambelangan.
”Anggota Polsek Tambelangan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.
Selanjutnya, tim gabungan Polsek Tambelangan dan URC Satreskrim Polres Sampang melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, terduga pelaku berhasil diamankan di sebuah musala di Dusun Burajeh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan.
”Setelah itu, terduga pelaku dibawa ke Mapolres Sampang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Anis Billah