Lokasi Persembunyian Erlan, Terduga Pelaku Pembunuhan Sekretaris DPRKP Bangkalan Berpindah-pindah

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:05 WIB
BELUM TERUNGKAP: Terduga pelaku Erlan saat menemani RYS di Alun-Alun Kota Batu pada Juni lalu. (TANGKAP LAYAR)
BELUM TERUNGKAP: Terduga pelaku Erlan saat menemani RYS di Alun-Alun Kota Batu pada Juni lalu. (TANGKAP LAYAR)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Ruly Yunis Setiawati (RYS).

Berdasarkan hasil pelacakan sementara, lokasi persembunyian Erlan berpindah-pindah.

Sebelumnya, sempat terdeteksi berada di kawasan Jimbaran, Bali. Lalu, tidak lama kemudian berpindah ke Kabupaten Banyuwangi.

Dia juga terlacak di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Tasikmalaya, kemudian terakhir sempat muncul juga di sebuah kawasan di Jakarta Selatan.

Risang Bima Wijaya (RBW) selaku kuasa hukum keluarga RYS mengatakan, pelacakan terakhir berdasarkan nomor kontak yang pernah dipakai Erlan menunjukkan berada di Wisma Banyuadji, Jakarta Selatan.

Ternyata nomor tersebut dipakai oleh seorang perempuan, namun nama yang muncul tetap Erlan.

“Nomor itu ternyata sudah dipakai seorang perempuan, mungkin dia beli dan nomor itu sudah lama tidak aktif,” katanya.

Dijelaskan, pelacakan lokasi persembunyian terduga pelaku masih terus dilakukan aparat kepolisian.

Kemungkinan besar Erlan masih berada di Pulau Jawa, tapi ruang geraknya semakin sempit.

RBW menduga ada yang membantu misi pelarian dan persembunyian Erlan. Bisa anggota keluarga atau teman dekatnya.

“Ada dua kemungkinan, kalau tidak dibantu keluarga pasti dibantu oleh sindikatnya,” ucapnya.

Selain itu, Erlan yang membersamai RYS sebelum akhirnya ditemukan tewas di Bandara Juanda itu diduga sudah menggunakan perangkat smartphone dan nomor telepon baru untuk mengelabui petugas.

Namun, polisi juga punya banyak cara untuk melacak pergerakan Erlan. “Terduga pelaku tidak pernah berlama-lama saat berada di satu tempat.

“Tidak lama dia berpindah-pindah tempat,” tuturnya.

Hasil profiling polisi, lanjut dia, Erlan tidur di sembarang tempat dan hanya membawa tas ransel.

Artinya, dia hanya bisa menumpang di tempat-tempat dekatnya. 

“Pasti ada yang menolong, tidak mungkin sendirian,” imbuh RBW.

RBW menyatakan sudah menyerahkan nomor telepon yang bisa menjadi petunjuk baru kepada polisi untuk melacak keberadaan Erlan.

Dia yakin hal tersebut bisa bermanfaat dalam mengungkap kasus tersebut.

“Sebuah nomor telepon yang kami curigai sempat berhubungan juga dengan Erlan,” tandasnya.

Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono tidak berkomentar banyak soal hasil penyelidikan perkara tersebut.

Dia mengatakan polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk secepatnya mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan itu. “Kami masih penyelidikan, sabar ya,” jawabnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
pengejaran RYS pelaku pembunuhan bandara juanda