Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Petani Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga ODGJ

Hera Marylia Damayanti • 2026-03-15 14:31:59
DIRINGKUS: Habli menjalani pemeriksaan di Polres Sampang Selasa (10/3). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
DIRINGKUS: Habli menjalani pemeriksaan di Polres Sampang Selasa (10/3). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Nasib tragis dialami Matdehri, warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Sampang. Petani 56 tahun itu tewas usai dibacok Habli, ketika menggarap sawahnya Selasa (10/3).

Kini Habli harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia tiba di Polres Sampang dengan keadaan tangan terborgol pada pukul 12.44 kemarin (10/3). Pelaku pembacokan itu disebut-sebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Saat dilakukan pemeriksaan di Polres Sampang, Habli dapat menjawab pertanyaan polisi. Namun, jawabannya terkesan ngawur. Misalnya, saat ditanya tentang identitas dirinya. ”Saya umur 100 tahun, warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Sampang,” katanya.

Tidak hanya itu, Habli juga menyampaikan jawaban nyeleneh saat ditanya alasannya dibawa ke Mapolres Sampang. ”Saya tidak tahu. Sultan Agung palsu dipalsukan, masyarakat tidak mengakuinya,” bebernya.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan, pembacokan yang menyebabkan korban tewas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 kemarin (10/3). Peristiwa itu terjadi di Dusun Derbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal.

”Matdehri merupakan petani atau pekebun di Dusun Gur Bungur, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Sampang,” bebernya.

Pembacokan itu terjadi saat Matdehri tengah menggarap sawahnya di Dusun Derbing, Desa Tragih. Pelaku datang dengan membawa bambu yang ujungnya terpasang sebilah pisau. Tiba-tiba, pelaku mengejar korban ke arah timur sekitar 30 meter.

DIAMANKAN: Habli digiring petugas di halaman Mapolres Sampang Selasa (10/3). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
DIAMANKAN: Habli digiring petugas di halaman Mapolres Sampang Selasa (10/3). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

 

Nahasnya, korban terjatuh lantaran terkena pukul bambu yang dibawa pelaku. Warga yang mengetahui keributan antar keduanya langsung berusaha melerai. Namun Habli telanjur menusukkan ujung bambu yang terpasang pisau ke dada sebelah kiri korban.

”Setelah melihat korban tidak berdaya, pelaku melarikan diri dengan membawa alat atau bambu tersebut. Sementara korban meninggal dunia saat dilakukan perawatan di Puskesmas Robatal,” bebernya.

Dia mengakui pelaku dikabarkan sebagai ODGJ. Namun, polisi tidak percaya begitu saja, sehingga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

Kepala Puskesmas Robatal Beny Irawan mengatakan, membenarkan korban penganiayaan dan pembacokan itu sempat dibawa ke lembaganya. Namun, korban sudah lebih dulu meninggal. Luka yang dialami cukup serius. Yakni, luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.

”Korban sudah diantarkan ke rumah duka,” tandasnya. (bai/jup)

 

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tewas #odgj #ditusuk #Petani