Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Laporkan Kinerja Penyidik ke Polda Jatim, Terkait Penanganan Perkara Penganiayaan Petugas SPBU

Hendriyanto • Kamis, 27 November 2025 | 22:55 WIB
TRAGEDI BERDARAH: Anggota Polres Sampang saat melakukan olah TKP di SPBU 54.692.06, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Senin (20/10). (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)
TRAGEDI BERDARAH: Anggota Polres Sampang saat melakukan olah TKP di SPBU 54.692.06, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Senin (20/10). (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Profesionalitas penyidik Satreskrim Polres Sampang diragukan. Karena itu, penasihat hukum (PH) korban pembacokan dan penembakan petugas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Hairuddin, 29, mendatangi Polda Jawa Timur (Jatim) Rabu (26/11).

Mereka melaporkan kinerja penyidik Satreskrim Polres Sampang yang dinilai lelet dalam penanganan perkara pembacokan dan penembakan Hoiruddin. Sebab, terdapat dua orang pelaku lain yang belum ditangkap hingga saat ini.

”Kami mendatangi Polda Jatim untuk menyampaikan surat pengaduan dan perlindungan hukum bagi korban, saksi dan kami selaku kuasa hukum,” ujar Jakfar Sodik selaku PH korban.

Pihaknya meminta Polda Jatim menindaklanjuti surat pengaduan yang dilayangkan. Sebabm ada dua orang pelaku lainnya hingga saat ini belum diringkus oleh polisi.

”Kedua tersangka tersebut sekarang masih menjadi buronan Polres Sampang,” bebernya.

Pelaku yang belum ditangkap membuat keluarga korban dilema. Sebab, beberapa waktu lalu keluar korban menerima ancaman melalui pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp.

”Pelaku banyak menyampaikan ancaman melalui media sosial (Medsos) maupun dan pesan berantai lainnya. Tidak hanya kepada korban, tapi juga terhadap keluarga korban, keluarga pemilik SPBU dan kepada kami,” bebernya.

Plh Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo belum bisa memberikan keterangan ditail tentang kasus penganiyaan yang sempat viral tersebut.

Dia beralasan tidak tahu banyak tentang perkembangan perkara itu.

”Mohon waktu, kami akan kroscek terlebih dahulu (ke Satreskrim),” tandasnya.

Sekadar informasi, Hairuddin menjadi korban penganiyaan Senin, (20/10). Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong itu mengalami luka parah setelah hajar tiga orang bersenjata tajam.

Rekaman CCTV menunjukkan salah satu terduga pelaku melepaskan dua tembakan. Di lokasi ditemukan dua selongsong peluru.

Salah satu pelaku bernama Mad Jari menyerahkan diri sepuluh hari setelah kejadian. Sementara dua rekan lainnya hingga kini belum ditangkap. (bai/jup)

Editor : Hendriyanto
#kuasa hukum #penembakan #satreskrim polres sampang #spbu