Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemuda Tewas Diduga Terlibat Bentrokan, Polres Pamekasan Amankan Warga Proppo

Hera Marylia Damayanti • Senin, 10 November 2025 | 15:09 WIB
BERJAGA-JAGA: Petugas berada di depan kamar jenazah RSUD Smart Pamekasan usai mengevakuasi jenazah Weroair Rasyid Minggu (9/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
BERJAGA-JAGA: Petugas berada di depan kamar jenazah RSUD Smart Pamekasan usai mengevakuasi jenazah Weroair Rasyid Minggu (9/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Suasana jelang azan Subuh di sekitar Masjid Asy-Syuhada Pamekasan mendadak mencekam Minggu (9/11). Warga yang hendak menunaikan salat dikejutkan adanya pria terkapar bersimbah darah di depan masjid.

Pria itu diketahui bernama Weroair Rasyid, 27, warga Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Dia meninggal dunia karena luka sabetan senjata tajam. Selain itu, terdapat tiga orang lainnya yang menjalani perawatan di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dan RS Larasati.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengaku menangkap seorang terduga pelaku dalam bentrokan tersebut. Namun, Doni tidak memerinci lebih lanjut peran dari pria asal Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan itu. ”Iya, satu orang sudah diamankan,” jawabnya singkat.

Kasihumas Polres Pamekasan AKP Jupriadi membenarkan peristiwa berdarah yang terjadi di Jalan Mesigit 23 atau di depan Masjid Asy-Syuhada Pamekasan itu. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

”Untuk kronologi kejadian dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden berdarah itu, rekan-rekan Satreskrim Polres Pamekasan masih proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh informasi bahwa aksi berdarah itu diduga dipicu bentrokan antarkelompok pemuda. Namun, Jupriadi masih menunggu proses penyelidikan untuk memastikan mengenai pemicu dan motif utama kasus tersebut.

Polisi juga tengah memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar kawasan Masjid Agung Asy-Syuhada untuk mencari petunjuk tambahan. ”Kami masih mendalami motif dan keterlibatan para pihak. Nanti akan kami informasikan hasilnya,” ucap Jupriadi.

Weroair Rasyid ditemukan bersimbah darah dengan luka robek di leher kanan sekitar lima sentimeter. Luka itu diduga akibat sabetan senjata tajam (sajam). Jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Smart Pamekasan untuk dilakukan otopsi.

Kabid Pelayanan Medik (Yanmed) RSUD Smart Pamekasan dr Yosi Nugrahaini menyatakan, Weroair Rasyid tiba di rumah sakit dalam keadaan tidak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan medis, luka robek cukup dalam di leher bagian kanan menjadi penyebab utama kematiannya.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya juga dirawat di RSUD Smart Pamekasan. Namun, Yosi belum bisa memastikan apakah keduanya merupakan korban lain atau terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. ”Satu orang luka robek di punggung, satu lagi di perut,” ungkapnya.

Selain itu, seorang pria disebut mendapat perawatan di RS Larasati Pamekasan. Dia diduga juga ada kaitan dengan pasien yang dirawat di RSUD Smart Pamekasan. Hingga pukul 14.00, Polres Pamekasan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan peran sejumlah pihak. (afg/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sabetan senjata tajam #Proppo #menangkap #bentrokan #meninggal #bersimbah darah #terduga pelaku #antarkelompok pemuda #insiden berdarah