SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus pembacokan dan penembakan petugas SPBU 5469206 di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, sudah memasuki hari keempat. Namun, polisi belum berhasil menangkap tiga pelaku penganiaya dan penembak Hairuddin, 29.
Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, sampai saat ini pelaku memang belum diamankan. Kasus tersebut sampai saat ini masih diselidiki polisi. ”Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.
Eko mengatakan, jumlah saksi yang sudah diperiksa lebih dari tiga orang. Tapi, jika merujuk pada hasil pemeriksaan sementara, keterangan saksi belum mengerucut kepada terduga pelaku. Karena itu, polisi harus melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Intinya kami masih mendalaminya,” katanya.
Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang Siti Farida mengatakan, kasus tersebut mengegerkan warga Sampang. Pasalnya, aksi koboi para pelaku terekam jelas di CCTV yang terpasang di SPBU. Bahkan, disaksikan sejumlah warga.
”Mulai dari awal kejadian hingga akhir kejadian, terekam jelas. Pelakunya diduga tiga orang,” ungkapnya.
Menurutnya, taring Polres Sampang dalam mengungkap kasus tersebut dipertaruhkan. Sebab, sampai saat ini, para pelaku masih menghirup udara segar. ”Sampai saat ini Polres Sampang belum menangkap pelakunya,” ujarnya.
Farida menyesalkan lambannya Polres Sampang mengusut kasus tersebut. Sebab, dalam kurun waktu empat hari, polisi tidak berhasil mengungkap kasus tersebut. ”Padahal semua bukti, saksi-saksi sudah ada. Tapi, tidak gercep menangkap pelaku,” bebernya.
Dia mempertanyakan keseriusan Korps Bhayangkara menangani kasus tersebut. ”Apakah berpihak kepada korban ataukah kongkalikong dengan terduga pelaku. Jika Polres Sampang berpihak pada terduga pelaku, di mana letak hati nuraninya. Ini sudah menyangkut nyawa warga,” bebernya.
Farida menambahkan, lambannya penanganan kasus tersebut juga menambah daftar catatan buruk Polres Sampang.
”Jika sudah seperti ini, polisi sudah melabrak visi-misi Kapolri dengan jargon presisi,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, petugas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, menjadi korban penganiayaan. Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, itu mengalami luka parah setelah dikeroyok tiga pria. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti