Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penganiayaan Berujung Maut, Seorang Nenek Tewas di Tangan Cucunya Sendiri, Diduga Dipukul Menggunakan Benda Tumpul

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:13 WIB
Ilustrasi: pembunuhan. (JawaPos)
Ilustrasi: pembunuhan. (JawaPos)

SUMENEP, RadarMadura.id – Nasib tragis dialami Safu, warga Dusun Jalak, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng. Perempuan lanjut usia (lansia) itu tewas di tangan cucunya sendiri, yakni M. Wahyudi Senin (4/8).

Perempuan berusia 80 tahun itu terbujur kaku di halaman rumahnya setelah dihantam benda tumpul oleh pelaku. Peristiwa berujung maut itu sontak mengejutkan warga setempat.

Kepala Desa Daramista Dody Arista memaparkan, peristiwa memilukan itu berawal saat M. Wahyudi hendak melakukan percobaan bunuh diri. Namun, upayanya itu berhasil dicegah anggota keluarganya, yaitu Fauzi.

”Percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku berhasil dicegah oleh kakak iparnya (Fauzi),” katanya Senin (4/8).

Safu tewas dengan luka di kepala bagian belakang. Luka itu diduga akibat pukulan benda tumpul. Penganiayaan berujung maut yang dilakukan M. Wahyudi disaksikan beberapa warga sekitar. Termasuk tukang bangunan yang bekerja di rumah tetangga M. Wahyudi.

”Tapi, warga tidak berani mendekat, karena pelaku membawa besi cor,” ungkap Dody.

M. Wahyudi sehari-hari dikenal sosok yang tidak bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sejak kecil, M. Wahyudi memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas menyatakan, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan korban diketahui Fauzi saat keluar dari kamar mandi. Fauzi menemukan M. Wahyudi dengan kondisi tangan penuh darah.

Terdapat luka sayat pada bagian pergelangan lengan kiri M. Wahyudi. Fauzi juga mendapati bercak darah yang membasahi baju bagian kiri pelaku. Korban Safu yang mengetahui peristiwa itu menegur cucunya.

Namun karena tidak terima, M. Wahyudi langsung mengambil sebatang besi tidak jauh dari lokasi tukang bangunan yang sedang bekerja di sebelah timur rumahnya. Kemudian, memukulkannya ke kepala Safu bagian belakang.

”Korban roboh seketika dengan darah yang mengucur dari kepalanya. Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” kata Widi dalam rilisnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi petugas dari Polsek Kecamatan Lenteng. Sementara M. Wahyudi diamankan petugas dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menemukan luka sayat di pergelangan tangan kiri dan ulu hati M. Wahyudi.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, M. Wahyudi memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Dia sudah mendapatkan surat rekomendasi pemeriksaan kejiwaan dari RSUD setempat.

”Hingga saat ini petugas masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini. Termasuk memverifikasi kejiwaan pelaku dan motif di balik tindakan tragis itu,” tutupnya. (tif/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tewas #Penganiayaan #cucunya #gangguan kejiwaan #Kepala Bagian Belakang #besi #pukulan benda tumpul #Lansia