Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Positif Konsumsi Narkoba, Warga Tanjungbumi Aniaya Nenek sampai Tewas

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 24 Juni 2025 | 13:57 WIB
SADIS: Tersangka Rifqi Fauzan saat digiring ke ruang tahanan Mapolres Bangkalan Senin (23/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
SADIS: Tersangka Rifqi Fauzan saat digiring ke ruang tahanan Mapolres Bangkalan Senin (23/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Perilaku Rifqi Fauzan, warga Desa Planggiran, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, benar-benar sadis. Sebab, dia menganiaya neneknya, Nima, hingga tewas.

Alasan Rifqi Fauzan berbuat keji karena tidak terima dimarahi perempuan berusia 80 tahun tersebut.

Aksi brutal remaja 20 tahun itu terjadi pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 23.00. Sebelum kejadian, Rifqi Fauzan dimarahi korban.

Karena tidak terima, tanpa berpikir panjang, Rifqi Fauzan memukul korban dan mengenai kepala bagian belakang. Setelah itu, menginjak kepala korban hingga tewas.

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono mengatakan, Rifqi Fauzan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasar hasil penyidikan sementara, tersangka menganiaya korban dengan tangan kosong berkali-kali.

”Setelah korban jatuh, tersangka menginjak kepala neneknya dengan tumit hingga akhirnya meninggal,” ucapnya.

Hendro menuturkan, tersangka dipastikan dalam pengaruh narkoba. Sebab, berdasar hasil pemeriksaan polisi, pada hari kejadian tersangka positif mengonsumsi narkoba.

”Sementara setelah melakukan otopsi, korban mengalami luka dalam di bagian kepala akibat pukulan dan benturan,” ulasnya.

Dijelaskan, tersangka terancam hukuman mati atau setidaknya hukuman penjara selama 20 tahun.

”Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 KUHP. ”Setelah menganiaya korban, tersangka langsung menyerahkan diri kepada salah seorang saudaranya,” papar mantan Kapolres Sampang tersebut.

Sementara itu, Rifqi Fauzan mengaku jengkel kepada korban. Sebab, selalu dimarahi tanpa sebab. Puncaknya, saat duduk bersama korban dan kembali dimarahi, emosinya tidak terkontrol.

Akhirnya, dia menganiaya korban hingga meninggal. ”Saya pukuli pakai tangan karena sering marah-marah tanpa sebab,” terangnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#menganiaya #pengaruh narkoba #tewas #Luka Dalam #nenek