Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dugaan Pemotongan Dana Warnai Realisasi Program BSPS di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Senin, 28 April 2025 | 14:25 WIB

Grafis Penerima BSPS Kecamatan Guluk-Guluk. (RISKY/JPRM)
Grafis Penerima BSPS Kecamatan Guluk-Guluk. (RISKY/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Mayoritas kecamatan di Kabupaten Sumenep mendapat bagian program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024.

Termasuk Kecamatan Guluk-Guluk. Kecamatan di barat kota ini mendapat ratusan unit rumah.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menyebutkan, Kecamatan Guluk-Guluk mendapat 326 unit rumah. Ratusan rumah itu tersebar di sebelas desa.

Perinciannya, terbanyak Desa Bragung 80 unit, disusul Pordapor 52 unit, Tambuko 46 unit, dan Payudan Karangsokon 35 unit.

Kemudian, Desa Guluk-Guluk 25 unit, Payudan Dundang 20 unit, Bakeong 18 unit, dan Penanggungan 16 unit.

Lalu, Desa Ketawang Laok 16 unit, Payudan Nangger 11 unit, dan Payudan Karangsokon 7 rumah.

Dugaan pemotongan juga mewarnai realisasi program BSPS 2024 di Kecamatan Guluk-Guluk.

Salah satu indikasi bantuan tersebut terjadi pemotongan adalah, nilai bantuan yang seharusnya Rp 20 juta itu tidak sampai sepenuhnya kepada penerima.

”Di Desa Bragung fenomenanya hampir sama dengan desa-desa yang lainnya yang menerima program BSPS. Yakni, terjadi pemotongan dana yang seharusnya Rp 20 juta yang turun ke masyarakat menjadi Rp 10 juta sampai Rp 12 juta,” kata seorang sumber pada JPRM Rabu (23/4).

Dia mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi di semua desa yang menerima program BSPS di Kecamatan Guluk-Guluk.

Selain itu, dia juga menuturkan bahwa program tersebut tidak sepenuhnya direalisasikan. ”Berdasarkan informasi yang saya terima, program itu ada yang tidak dilaksanakan alias fiktif,” tuturnya.

Ketua AKD Kecamatan Guluk-Guluk Ifan Ubaidillah membantah di daerahnya terjadi pemotongan atas bantuan tersebut.

”Kalau di Kecamatan Guluk-Guluk tidak ada masalah, karena memang programnya tidak ada pungutan, dan saya sudah cek ke teman-teman Kades yang lain,” terangnya saat dihubungi.

Ifan juga menegaskan, di wilayahnya, program tersebut terealisasi semua dan tidak ada yang fiktif.

”Kami juga sudah memberikan keterangan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dan semua sudah klir. Jadi, secara keseluruhan di Guluk-Guluk tidak ada indikasi pelanggaran,” katanya. (tif/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#bantuan #pemotongan #BSPS #dana #guluk-guluk