Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jangan Tunggu Ada Korban Lagi, Aktivis Desak Bea Cukai Tindak Tegas Penyelundup Rokok Bodong

Fatmasari Margaretta • Selasa, 15 April 2025 | 14:30 WIB

 

TEGAS: Ketua Forkot Pamekasan Samsul Arifin (pegang mik) saat berdemo di kantor Bea Cukai Madura, Kamis (20/3). (DOK/JPRM)
TEGAS: Ketua Forkot Pamekasan Samsul Arifin (pegang mik) saat berdemo di kantor Bea Cukai Madura, Kamis (20/3). (DOK/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ruas Tol Pekalongan, Jawa Tengah, menambah catatan buruk kasus penyelundupan rokok bodong.

Dua orang harus meregang nyawa akibat insiden yang terjadi pada Sabtu (12/4) pagi tersebut.

Kasus yang sama juga pernah terjadi di Jalan Raya Sejati, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, pada Senin (6/1).

Oknum prajurit TNI pembawa rokok bodong terlibat kecelakaan tunggal hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Ketegasan Bea Cukai dalam memberantas rokok ilegal diuji.

Aktivis mendesak agar institusi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI itu bertindak tegas.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Kota (Forkot) Samsul Arifin.

”Saya meminta kepada Bea Cukai Madura dan aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas kasus ini. Tidak menutup kemungkinan, ke depan terulang lagi,” ucapnya.     

Arifin menyampaikan belasungkawa terhadap pengemudi dan satu rekannya yang terlibat dalam laka lantas di Tol Pekalongan tersebut.

Arifin percaya bahwa tidak ada aktivitas ilegal seharga nyawa.

”Apalagi, rokok yang dibawa pengemudi itu diduga berasal dari Pamekasan. Maka, profesionalitas dari Bea Cukai Madura dibutuhkan dalam perkara ini. Jangan hanya menunggu korban untuk bertindak tegas,” ingatnya.

Arifin curiga Bea Cukai Madura bermain di belakang layar.

Oknum yang tidak bertanggung jawab diduga sengaja bermain dengan para pelaku penyelundup rokok bodong.

”Kecurigaan itu muncul setelah harta kekayaan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura Muhammad Syahirul Alim kian melejit,” sambungnya.

KPPBC TMP C Madura belum bisa memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa tersebut.

Termasuk, desakan yang disampaikan aktivis Forkot Pamekasan. Humas Bea Cukai Madura Megatruh Yoga Brata tidak merespons konfirmasi. (afg/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Penyelundupan #tewas #Catatan Buruk #oknum prajurit #laka lantas #profesionalitas #APH #rokok bodong #aktivis #kecelakaan tunggal