Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hati-Hati! Warga Pragaan, Sumenep, Jadi Korban Penipuan, Modus Jual Beras Bantuan dengan Harga Murah

Fatmasari Margaretta • Minggu, 6 April 2025 | 15:00 WIB
SEDIH: Maryhati, korban penipuan berada di warungnya di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Sabtu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
SEDIH: Maryhati, korban penipuan berada di warungnya di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Sabtu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Maryati, warga Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, harus merelakan uang tabungannya dibawa kabur orang yang tidak dikenal.

Perempuan berusia 60 tahun itu jadi korban penipuan dengan modus jual beras bantuan, Sasbtu (5/4). Uang hasil jual nasi Rp 1 juta raib.

Saat itu Maryati membuka warung makanan miliknya seperti hari biasanya.

Tiba-tiba datang seorang laki-laki mengenakan jaket, celana panjang lengkap dengan sepatu. Pria yang tidak dikenalnya tersebut memesan nasi pecel.

Pria misterius tersebut berpura-pura menelepon temannya. Dalam percakapan di telepon tersebut, pria itu memberitahukan bahwa dirinya memiliki beras yang akan dijual dengan harga murah.

Beras tersebut disebut sisa bantuan dari pemerintah.

Setelah itu, pria itu menawarkan beras tersebut kepada Maryati.

Dengan harga Rp 1 juta, Maryati akan mendapatkan beras sebanyak 5 sak merek ikan paus. Setiap saknya dipatok seharga Rp 200 ribu. 

Maryati semakin tertarik karena pria itu menjanjikan bonus besar 10 kilogram atau 2 sak jika menerima tawarannya.

Selain itu, uangnya harus dibayar terlebih dahulu secara tunai. Akhirnya Maryati mengiyakan tawaran tersebut.

”Orang itu langsung menelepon temannya dan meminta menurunkan beras di warung sekaligus beras bonus yang akan dikasih ke saya. Saya langsung menyerahkan uang hasil nabung itu,” ungkap Maryati.

Maryati menceritakan, uang Rp 1 juta itu diminta dimasukkan ke dalam amplop yang disediakan pelaku.

Dia diminta untuk memasukkan amplop ke dalam plastik hitam. Maryati menuruti permintaan pria tersebut.

Tidak lama kemudian, pelaku membeli rokok di warungnya.

Anehnya, uang Rp 30 ribu buat beli rokok diambilkan dari dalam amplop yang baru saja dikasih Maryati. Meski begitu, Maryati tidak menaruh curiga.

”Dia (pelaku) tidak meminta uang kembalian. Dia juga minta buatkan teh dua gelas. Saat saya mau buat teh ke dalam, tiba-tiba orangnya kabur,” ucapnya.

Maryati tidak bisa berbuat banyak karena tidak mengenal orang tersebut. Bahkan, wajahnya juga tidak diingat.

Termasuk juga nomor handphone-nya tidak dikantonginya. Hanya, selama mengobrol, pelaku mengaku tinggal di dekat desanya.

”Dia mengaku orang dekat sini. Dia mengaku bekerja mendata bantuan wilayah Sumenep. Dia pakai sepeda motor honda Vario warna hitam sendirian,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

Sebab, belum ada laporan dari polsek setempat. Yang pasti pihaknya akan menelusuri kejadian tersebut.

”Belum ada laporan ke kami,” ujarnya singkat. (iqb/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bantuan #tabungan #penipuan #modus #tunai